Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sangihe Sulawesi Utara

Update Harga Daging Babi di Sangihe Sulut Hari Ini 1 Desember 2025, Sekarang Dijual Lebih Murah

Berdasarkan hasil pemantauan, harga daging babi alami penurunan dari hari sebelumnya. Berikut update terbaru harga daging babi di Sangihe hari ini.

Tribunnews.com
JUAL BABI - Penjual Daging Babi di Pasar Towo'e Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut Senin (1/12/2025). Berdasarkan hasil pemantauan, harga daging babi alami penurunan dari hari sebelumnya. 

Ringkasan Berita:
  • Inilah harga terbaru daging babi di Sangihe.
  • Daging babi di Sangihe tepatnya di di Pasar Towo’e alami penurunan harga Senin (1/12/2025).
  • Harga jualnya turun Rp 20 ribu per kg.

TRUBUNMANADO,CO.ID, Sangihe Berikut ini adalah update harga jual daging babi di Pasar Towo’e, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) hari ini Senin (1/12/2025)

Pasar Towo'e adalah pasar tradisional terbesar di Tahuna  yang menjadi pusat aktivitas jual beli kebutuhan pokok masyarakat dan barang dagangan lainnya, termasuk oleh-oleh khas Sangihe seperti kue kering sagu.

Pasar ini juga dikenal sebagai tempat bertemunya kapal penumpang dengan beragam barang dagangan. 

Berdasarkan hasil pemantauan, harga daging babi alami penurunan dari hari sebelumnya.

Di mana kemarin daging babi dijual Rp 120 ribu per kilogram kini menjadi Rp100 ribu per kg.

Penurunan ini terjadi di karena kondisi pasar yang masih sepi pembeli.

Penjualan tulang babi juga menunjukkan penurunan harga, yakni Rp 90 kilogram dari persediaan 100 kilogram. 

Proses pengambilan pasokan daging babi dilakukan hanya di wilayah sekitar Tahuna. 

Pedagang daging babi, Yehud Pontius, membenarkan adanya penurunan harga tersebut.

JUAL BABI - Penjual Daging Babi di Pasar Towo'e Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut Senin (1/12/2025).
JUAL BABI - Penjual Daging Babi di Pasar Towo'e Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut Senin (1/12/2025). (Tribunnews.com)

Menurutnya, penyesuaian harga dilakukan mengikuti situasi pasar yang belakangan ini kurang pembeli.

“Pembeli juga masih berkurang, mungkin karena faktor ekonomi yang menipis,” ujar Pontius.

Pontius menambahkan, tren penurunan pembeli sudah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir.

Ia menilai bahwa melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama lesunya aktivitas transaksi di lapaknya.

Meski harga sudah mengalami penyesuaian, kondisi jual beli belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan.

Para pedagang berharap situasi ekonomi masyarakat dapat segera membaik sehingga perputaran transaksi di pasar kembali stabil.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved