Sangihe Sulawesi Utara
Cuaca Ekstrem Landa Sangihe Sulut, Gelombang Tinggi Hantam Pesisir Tahuna, Warga: Ombak Besar Datang
Gelombang tinggi yang disertai angin kencang menghantam kawasan pesisir, termasuk sepanjang ruas Jalan Boulevard Tahuna.
Penulis: Eduard Joanly Tahulending | Editor: Indry Panigoro
Ringkasan Berita:
- Gelombang tinggi hantam Jalan Boulevard Tahuna, khususnya di Kelurahan Sawang Bendar.
- Cuaca buruk juga berdampak pada aktivitas pelayaran di Pelabuhan Nusantara Tahuna.
- Cuaca ekstrem ini terjadi pada Kamis (30/10/2025).
TRIBUNMANADO/CO.ID.SANGIHE - Cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis (30/10/2025).
Sangihe adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, yang terdiri dari gugusan kepulauan di antara Sulawesi dan Filipina.
Sangihe juga merujuk pada pulau utama di kepulauan ini, yang disebut Pulau Sangihe, dan suku Sangihe, yaitu suku yang mendiami wilayah kepulauan tersebut.
Di kabupaten itu gelombang tinggi yang disertai angin kencang menghantam kawasan pesisir, termasuk sepanjang ruas Jalan Boulevard Tahuna, khususnya di Kelurahan Sawang Bendar.
Boulevard Tahuna berada di Tahuna, yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara, Indonesia.
Lokasinya berada di tepi laut, dan sering disebut juga sebagai "Boulevard Sangihe" karena lokasinya yang ikonik di kota tersebut.
Pantauan Tribun Manado pada pukul 09.15 Wita memperlihatkan gelombang besar menerpa hingga ke badan jalan, menimbulkan genangan air cukup tinggi dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Sejumlah kendaraan terlihat kesulitan melintas akibat hantaman ombak yang melewati pembatas pantai.
Baca juga: Bupati Michael Thungari Hadiri Pawai Kerukunan Bersama Forkopimda dan Tokoh Agama Sangihe
Seorang warga Sawang Bendar mengaku kondisi itu datang secara tiba-tiba.
“Sekitar jam dua dini hari, angin kencang dan ombak besar langsung datang. Awalnya cuaca tenang, tapi tiba-tiba berubah drastis,” ungkapnya.
Situasi ini membuat warga dan aparat setempat mengimbau masyarakat, terutama pengendara roda dua dan roda empat, agar untuk sementara waktu menghindari jalur Boulevard Tahuna sampai kondisi benar-benar aman.
Cuaca buruk juga berdampak pada aktivitas pelayaran di Pelabuhan Nusantara Tahuna.
Kapal penumpang dari Manado menuju Tahuna terpaksa tidak bersandar di pelabuhan utama, melainkan berlabuh sementara di Pelabuhan Petta, Kecamatan Tabukan Utara, demi keselamatan penumpang dan kru kapal.
Koordinator Sosial Media Response Team UPP Kelas II Tahuna, Meifrid M. Panelewen, membenarkan langkah pengalihan tersebut. Menurutnya, KM. Mercy Teratai yang sebelumnya bersandar di Petta kini tengah bersiap kembali ke Pelabuhan Nusantara Tahuna.
“Kapal berlabuh di Petta karena cuaca pancaroba. Saat ini dalam proses kembali ke Pelabuhan Tahuna. Di dalam kolam pelabuhan sebenarnya aman, tapi di luar teluk masih bergelombang,” jelas Panelewen.
| Apel Kerja ASN Mei 2026, Pemkab Sangihe Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Pembangunan Kepulauan |
|
|---|
| SMAN 1 Manganitu Juara Masamper se-Sulut, Harumkan Nama Sangihe di Hardiknas 2026 |
|
|---|
| Diduga Selundupkan Tuna Ilegal ke Filipina, Pemilik Kapal Pamboat KM Laika Disorot |
|
|---|
| Stok Obat Sempat Kosong, Ini Penjelasan Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna |
|
|---|
| Kekosongan Obat di RSUD Liun Kendage, Dinkes Sangihe Minta Masyarakat Bersabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/CUACA-EKSTREM-Cuaca-ekstrem-melanda-wilayah-Kabupaten-Kepulauan-Sangihe-Sulawesi-Utara.jpg)