Ramadan 2026
Bacaan Doa Kamilin, Doa Khusus yang Dibaca Setelah Sholat Tarawih di Bulan Ramadan
Terdapat doa dari para Ulama yang biasa dipanjatkan setelah Shalat tarawih, yang disebut doa kamilin.
Ringkasan Berita:
- Hari ini memasuki puasa ke-16 Ramadan, dan umat Muslim juga akan melaksanakan salat tarawih malam ke-17.
- Doa Kamilin merupakan doa yang biasa dibaca bersama setelah salat tarawih dan witir.
- Isi doa memohon agar ibadah Ramadan diterima, dan di Indonesia tarawih umumnya dikerjakan 20 rakaat tambah 3 witir atau 8 rakaat ditambah 3 witir.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Memasuki hari ke-16 Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara, masih terus menjaga semangat menjalankan rangkaian ibadah di bulan suci.
Pada malam ini, umat Islam juga melaksanakan salat tarawih ke-17, yang menjadi bagian penting dari ibadah malam selama Ramadan.
Setelah rangkaian salat tarawih dan witir selesai, biasanya jamaah di masjid-masjid melanjutkan dengan membaca Doa Kamilin secara bersama-sama.
Tradisi ini juga banyak dijumpai di berbagai masjid di Sulawesi Utara, baik di Manado, Bitung, Kotamobagu hingga Bolaang Mongondow, sebagai bagian dari amalan yang sudah lama dikenal di tengah masyarakat Muslim.
Meski pada dasarnya tidak ada perintah khusus doa setelah selesai Shalat tarawih.
Namun, terdapat doa dari para Ulama yang biasa dipanjatkan setelah Shalat tarawih, yang disebut doa kamilin.
Doa Kamilin sendiri merupakan doa yang berisi permohonan kepada Allah SWT agar seluruh ibadah puasa, salat, dan amalan yang dilakukan selama Ramadan dapat diterima serta disempurnakan.
Doa ini juga menjadi bentuk harapan agar umat Muslim diberikan keberkahan dan ampunan di bulan yang penuh rahmat ini.
Secara umum di Indonesia, pelaksanaan salat tarawih dilakukan 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir.
Namun di sebagian masjid juga ada yang melaksanakan 8 rakaat tarawih ditambah 3 rakaat witir, menyesuaikan dengan tradisi dan kebiasaan masing-masing jamaah.
Berikut rangkaian pelaksanaan Shalat Tarawih
a. Niat Shalat Tarawih
Niat Shalat Tarawih dilakukan di dalam hati saat takbiratul ihram, yaitu saat lisan mengucapkan
kalimat “Allahu Akbar”.
Jika shalat sendirian, maka niatnya sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatattarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: "Aku niat Shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Niat Shalat Tarawih Berjemaah (sebagai Imam)
Jika menjadi imam maka ditambah kata imaman:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat-taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa
Artinya: "Saya niat Shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala."
Niat Shalat Tarawih Berjemaah (sebagai makmum)
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa
Artinya: "Aku niat Shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Mengerjakan Shalat Tarawih 8 Rakaat
Secara umum sama dengan Shalat sunnah yang lainnya, bedanya dari cara dalam mengerjakan shalat tarawih tersebut.
Apakah memakai sistem 4 rakaat satu kali salam atau 2 rakaat satu kali salam.
Tata Cara Shalat Tarawih 4 Rakaat 1 Salam
- Mengucapkan niat Shalat tarawih sesuai dengan posisi arah kiblat, sebagai imam atau makmum Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
- Mengucap takbir saat takbiratul ihram.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an.
- Rukuk Itidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua hingga rakaat keempat dengan gerakan yang sama seperti rakaat pertama (mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua).
- Duduk tasyahud akhir dan salam pada rakaat kempat.
Tata Cara Shalat Tarawih 2 Rakaat 1 Salam
- Mengucapkan niat Shalat tarawih sesuai dengan posisinya, sebagai imam atau makmum Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
- Mengucap takbir saat takbiratul ihram.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an.
- Rukuk Itidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Duduk tasyahud pada rakaat ke dua.
Bacaan Doa Kamilin
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn.
Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta lawâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa ilal haudli wâridîn.
Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn.
Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan.
Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn.
Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya:
“Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara Shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu,
yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami,
Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,
yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik.
Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.
Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya.
Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam." (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
Baca Berita Lainnya di: Google News
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
| Sahur Akbar Pemuda Islam Miftahul Jannah Ternate Baru Dihadiri Seribuan Orang, Non Muslim Juga Hadir |
|
|---|
| Jelang Lebaran 2026, Harga Daging di Pasar Pinasungkulan Manado Terpantau Stabil |
|
|---|
| 50 Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, Kata-katanya Berisi Doa dan Harapan, Cocok Share Medsos |
|
|---|
| Doa Khusus Dibaca Saat Malam Lailatul Qadar, Mintalah Ini pada Allah SWT, Insya Allah Kita Dimaafkan |
|
|---|
| Doa Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga yang Nafkahnya Jadi Tanggungan Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Ilustrasi-tangan-seorang-Muslim-dengan-gestur-berdoa-45466677.jpg)