Sabtu, 6 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info BMKG

Info BMKG: Terjadi Gempa di Pacitan Jawa Timur, Sabtu 6 Juni 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi guncangan gempa bumi di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Indry Panigoro
Akun X BMKG
BMKG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi guncangan gempa bumi di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu pagi (6/6/2026). Berdasarkan data yang dirilis BMKG melalui akun X resminya, gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 2,7 dan tercatat terjadi pada pukul 07:28:35 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi guncangan gempa bumi di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu pagi (6/6/2026).
  • Berdasarkan data yang dirilis BMKG melalui akun X resminya, gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 2,7 dan tercatat terjadi pada pukul 07:28:35 WIB.
  • Koordinat titik gempa berada pada lokasi 9,05 Lintang Selatan (LS) dan 111,50 Bujur Timur (BT).

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi guncangan gempa bumi di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu pagi (6/6/2026).

Berdasarkan data yang dirilis BMKG melalui akun X resminya, gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 2,7 dan tercatat terjadi pada pukul 07:28:35 WIB.

Koordinat titik gempa berada pada lokasi 9,05 Lintang Selatan (LS) dan 111,50 Bujur Timur (BT).

Pusat gempa ini berjarak sekitar 106 kilometer di arah tenggara Pacitan, Jawa Timur.

Kedalaman pusat gempamencapai 124 kilometer di bawah permukaan laut.

BMKG menekankan bahwa data yang dibagikan ini mengandalkan kecepatan. 

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," terang BMKG dalam akun X BMKG.

Catatan:

Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah. 

Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.

Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.

Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.

Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.

BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved