Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info BMKG

BMKG Mendeteksi Gempa Bumi di Cilacap Jateng, Minggu 19 April 2026

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya gempa bumi di wilayah Cicalacap, Provinsi Jateng, Minggu (19/4/2026).

|
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Akun X BMKG
BMKG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya gempa bumi di wilayah Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Melalui akun X BMKG disebutkan, gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo 3,0. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya gempa bumi di wilayah Cicalacap, Provinsi Jateng, Minggu (19/4/2026).
  • Melalui akun X BMKG disebutkan, gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo 3,0.
  • BMKG juga mencatat, waktu terjadinya gempa pada pukul 16:54:39 WIB

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya gempa bumi di wilayah Cicalacap, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).

Melalui akun X BMKG disebutkan, gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo 3,0.

BMKG juga mencatat, waktu terjadinya gempa pada pukul 16:54:39 WIB.

Gempa berjarak sekitar 73 kilometer tenggara Cilacap.

Kedalaman gempa berada di 36 kilometer.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Masyarakat disarankan untuk selalu memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG guna menghindari isu hoaks yang tidak bertanggung jawab. 

Catatan:

Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah. 

Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.

Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.

Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.

Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.

BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved