Konflik Amerika Vs Iran
Sosok Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Rekam Jejaknya
Penunjukan putra kedua Khamenei itu dilakukan secara aklamasi oleh Majelis Ahli Iran.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Ringkasan Berita:
- Mojtaba Khamenei resmi menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah dipilih secara bulat oleh Majelis Ahli Iran.
- Ia menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang dilaporkan tewas dalam serangan AS–Israel pada 28 Februari 2026.
- Mojtaba dikenal sebagai figur berpengaruh di lingkar kekuasaan Iran.
- Ia memiliki hubungan kuat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan disebut-sebut telah lama menjadi kandidat penerus kepemimpinan di Republik Islam Iran.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah, Iran resmi memiliki pemimpin baru.
Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang dilaporkan gugur dalam serangan AS–Israel pada 28 Februari 2026.
Penunjukan putra kedua Khamenei itu dilakukan secara aklamasi oleh Majelis Ahli Iran, menjadikannya pemimpin ketiga dalam sejarah Republik Islam Iran.
Baca juga: Disebut BBM Termurah di Dunia, Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 Per Liter, Isi Full 12 Liter Rp6 Ribu
Melansir Kompas.com, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, menggantikan ayahnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei yang gugur di tengah serangan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari 2026.
Sebagaimana diberitakan Kantor berita Tasmin, Senin (9/3/2026), penunjukan Mojtaba dilakukan oleh Majelis Ahli Iran melalui pemungutan suara langsung dengan suara bulat dari para anggotanya.
Meski belum pernah mengikuti pemilihan umum, putra kedua Ali Khamenei itu selama ini dikenal sebagai sosok yang berpengaruh di lingkar kekuasaan Iran.
Terpilih dengan suara bulat
Dalam pernyataan yang diterbitkan pada Minggu (8/3/2026) malam, Majelis Ahli menyampaikan belasungkawa atas syahidnya Ali Khamenei dan tokoh lainnya dalam serangan AS-Israel.
Lembaga tersebut sekaligus mengecam tindakan yang disebut agresi brutal terhadap Iran.
Di tengah situasi yang masih diliputi ketegangan konflik bersenjata, Majelis Ahli enggan menunda-nunda kewajiban konstitusional untuk menunjuk pemimpin baru.
Dalam pernyataan itu disebutkan, tak lama setelah wafatnya Ali Khamenei, majelis langsung menggelar pemilihan.
Setelah tinjauan menyeluruh, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei diperkenalkan sebagai Pemimpin Ketiga Revolusi Islam dalam rapat yang digelar Minggu.
Putra kedua Ali Khamenei itu mendapatkan suara bulat dari para anggota majelis.
Majelis Ahli sendiri merupakan badan keagamaan beranggotakan 88 orang yang memilih pemimpin tertinggi negara.
Anggota majelis dipilih langsung oleh rakyat untuk masa jabatan selama delapan tahun. Selain memilih, mereka juga bertugas untuk mengawasi kegiatan Pemimpin Revolusi Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Mojtaba-Khamenei-Putra-Ali-Khamenei-Jadi-Pemimpin-Tertinggi-Iran.jpg)