Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Sosok Dino Patti, Eks Duta Besar yang Kritik Prabowo dan Sebut Presiden Paling Sering ke Luar Negeri

Nama Dino Patti Djalal belakangan ramai diperbincangkan setelah menyampaikan pandangannya mengenai aktivitas diplomasi Presiden Prabowo.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
Dokumen Pribadi/Tangkapan layar media sosial
KUNJUNGAN LUAR NEGERI PRABOWO - Kolase Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kiri) dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal (kanan) saat menyampaikan pernyataan terkait kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto melalui media sosial. Dalam tanggapannya atas kritik Dino, Teddy menyinggung masa jabatan Dino saat pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri. 

Ringkasan Berita:
  • Dino Patti Djalal menjadi sorotan setelah mengkritik Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sebagai presiden Indonesia yang paling sering melakukan kunjungan ke luar negeri. 
  • Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
  • Dino merupakan diplomat senior Indonesia yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk urusan internasional, serta Wakil Menteri Luar Negeri.

TRIBUNMANADO.CO.lD - Berikut adalah profil dan perjalanan karier Dino Patti Djalal yang kembali menjadi perhatian publik usai melontarkan kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Nama Dino Patti Djalal belakangan ramai diperbincangkan setelah menyampaikan pandangannya mengenai aktivitas diplomasi Presiden Prabowo.

Ia menilai Prabowo merupakan kepala negara Indonesia yang paling sering melakukan kunjungan ke luar negeri.

Kritik tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

Pernyataan itu membuat sosok Dino Patti Djalal kembali menjadi sorotan masyarakat.

Sosok Dino Patti Djalal

Dino Patti Djalal dikenal sebagai diplomat senior Indonesia yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan Wakil Menteri Luar Negeri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, ia juga merupakan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sebuah organisasi yang bergerak di bidang hubungan internasional dan kebijakan luar negeri.

Di kalangan masyarakat internasional, Dino juga kerap dijuluki sebagai Bapak Diaspora Indonesia berkat perannya dalam menggagas Kongres Diaspora Indonesia serta mendorong terbentuknya jaringan diaspora Indonesia di berbagai negara. (Dino Patti Djalal)

Lahir di Beograd, Yugoslavia (kini Serbia), pada 10 September 1965, Dino merupakan putra diplomat senior Hasjim Djalal.

Kariernya di dunia diplomasi dimulai sejak bergabung dengan Departemen Luar Negeri pada 1987 dan terus menanjak hingga menempati sejumlah posisi strategis di pemerintahan. 

Latar belakang keluarganya yang berprofesi sebagai diplomat membuat Dino menghabiskan masa kecil dan remajanya di berbagai negara mengikuti penugasan orang tuanya.

Ia pernah tinggal di sejumlah kota dan negara, mulai dari Jakarta, Yugoslavia, Guinea, Singapura, Washington DC, New York, Ottawa, hingga Vancouver.

Untuk pendidikan dasar, Dino mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah sebelum melanjutkan ke SMP Al-Azhar.

Saat memasuki jenjang pendidikan menengah atas, ia melanjutkan sekolah di McLean, Virginia, Amerika Serikat.

Usai menamatkan SMA, Dino mengambil studi Ilmu Politik di Universitas Carleton yang berlokasi di Ottawa, Kanada, dan meraih gelar sarjana.

Sumber: TribunMedan.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved