Harga Komoditas di Sulut
Harga Cengkih dan Kopra di Manado, Dipengaruhi Daya Beli Perusahaan
Dua komoditas andalan Sulawesi Utara mengalami penurunan harga. Meski begitu, penurunannya hanya tipis sja.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Sebelumnya, kebutuhan harga komoditas perkebunan seperti cengkih kerap menjadi perhatian masyarakat Sulawesi Utara.
Hal itu karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan petani di sejumlah daerah.
Kopra
Harga kopra kembali menjadi sorotan publik, khususnya di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Pasalnya, harga komoditas tersebut terus mengalami penurunan dan menjadi perbincangan di kalangan petani maupun pelaku usaha.
Pantauan di penampungan wilayah Calaca Kota Manado, Kamis (21/5/2026), harga kopra saat ini berada di angka Rp14.500 per kilogram.
Harga tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibanding beberapa pekan sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp 20.000 per kilogram.
Turunnya harga kopra ini menjadi pukulan berat bagi para petani.
Sebab, tren penurunan harga terus berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan berdampak langsung pada pendapatan petani.
Salah satu karyawan di area gudang penampungan mengatakan penurunan harga dipengaruhi oleh harga yang ditetapkan perusahaan.
Menurutnya, harga pembelian dari perusahaan mengalami penurunan sehingga berdampak pada harga yang diberikan kepada petani.
"Karena harga dari perusahaan turun, jadi berpengaruh juga ke harga pembelian dari petani," ungkapnya.
Meski harga mengalami penurunan, pihak gudang penampungan tetap menerima hasil panen yang dibawa petani.
Penurunan harga kopra ini terus menjadi perhatian masyarakat.
Mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu sumber penghasilan utama bagi banyak petani di Sulawesi Utara. (PET)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Komoditas-di-Sulut-stgbrth.jpg)