Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Matius 26:65-66, Ketika Pemimpin Agama Jadi Penghasut

Berikut renungan harian Kristen berjudul Ketika Pemimpin Agama Jadi Penghasut

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Fernando Lumowa
RENUNGAN: Monumen Yesus Raja Memberkati di Melonguane, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, belum lama ini Februari 2025. Renungan harian Kristen berjudul Ketika Pemimpin Agama Jadi Penghasut. 

Ringkasan Berita:1. Berikut renungan harian Kristen berjudul Ketika Pemimpin Agama Jadi Penghasut
 
2. Bacaan Alkitab diambil dari Matius 26:65-66.
 
3. Kenyataan dan kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah, tidak dapat diterima oleh mereka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak hal yang kita bisa pelajari dari Alkitab.

Kehidupan kita semua petunjuknya ada di situ.

Berikut renungan harian Kristen berjudul Ketika Pemimpin Agama Jadi Penghasut.

Baca juga: Renungan Harian Kristen 2 Timotius 4:7, Tetap Setia Hingga Akhir

Bacaan Alkitab diambil dari Matius 26:65-66.

Ketika Yesus mengungkapkan tentang kebenaran siapa sesungguhnya diri-Nya sendiri, imam besar Kayafas justeru mengoyakkan pakaiannya.

Ini tentu suatu tindakan yang bersifat propagandis bahkan agitatif serta provokatif di depan massa yang berkumpul di halaman Mahkamah Agama.

Ini adalah taktik dan siasat tipu muslihat sebagai bagian dari skenario jahat mereka membenarkan tuntutan palsu terhadap Yesus, agar Dia terjerat hukuman mati, sesuai keinginan dan dendam membara mereka kepada Kristus. 

Kenyataan dan kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah, tidak dapat diterima oleh mereka. 

Sebab itu berarti merampas kekuasaan, kesenangan dan kedudukan yang menjadi sumber kehidupan mereka. 

"Action" Imam besar mengoyakkan bajunya ini sesungguhnya hanya sebuah drama saja untuk memperkuat argumentasi atau alasan mereka menghukum Yesus.

Sebab, toh apa yang Yesus katakan itu adalah kebenaran sesuai firman Tuhan, yang mereka pakai sebagai dasar menuntut Yesus. 

Sungguh keadilan telah dipermainkan, kebenaran dikhianati, hukum diputar balikkan.  

Untuk meyakinkan publik sekaligus mengibuli mereka dengan pernyataannya, dia menegaskan bahwa itu adalah hujatan kepada Allah. 

Dia sengaja memperkuat pernyataannya dengan melandasinya pada firman Tuhan.

Kayafas melanjutkan pernyataannya bahwa karena itu adalah hujatan kepada Allah, maka tidak perlu lagi mencari kesaksian lain.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved