Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wajib Tahu

Siapa Sosok Pemilik Sirup Marjan? Minuman yang Jadi Primadona saat Ramadhan

Setiap menjelang bulan Ramadan, rak-rak minimarket hingga warung kelontong dipenuhi sirup ini, menandai momen berbuka dan sahur.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Muhammad Idris/Money.kompas.com
WAJIB TAHU - Siapa Sosok Pemilik Sirup Marjan? Minuman yang Jadi Primadona saat Ramadhan. Setiap menjelang bulan Ramadan, rak-rak minimarket hingga warung kelontong dipenuhi sirup ini, menandai momen berbuka dan sahur. 

Ringkasan Berita:
  • Sirup Marjan jadi primadona saat Lebaran
  • Menjadikan sirup ini sebagai ikon Idul Fitri

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mungkin Tribunners sekalian sudah sangat familiar dengan produk satu ini.

Setiap menjelang bulan Ramadan, rak-rak minimarket hingga warung kelontong dipenuhi sirup ini, menandai momen berbuka dan sahur.

Selain distribusinya yang luas, iklan Marjan di televisi juga selalu menarik perhatian.

Baca juga: Siapa Pemilik Le Minerale? Raksasa Baru Air Mineral Indonesia dengan Slogan Kaya Ada Manis-Manisnya

Setiap Ramadan, promosi produk ini digarap serius dengan konsep kreatif yang konsisten, membuat tayangannya selalu dinanti.

Berkat strategi pemasaran bertahun-tahun, konsistensi iklan besar-besaran, dan lonjakan penjualan di bulan puasa, kehadiran sirup Marjan kini bahkan dianggap sebagai salah satu pertanda bahwa Ramadan telah tiba di Indonesia.

Iklan televisi bertema Ramadan yang konsisten setiap tahun semakin memperkuat citra Marjan sebagai “sirupnya bulan puasa”.

Siapa pemilik sirup Marjan?
Sirup Marjan pertama kali diproduksi pada 1970-an oleh PT Suba Indah yang didirikan pengusaha Saleh Kurnia, sebuah perusahaan yang memulai bisnis di bidang minuman dan makanan olahan.

Tak banyak yang tahu, bahwa Saleh Kurnia juga merupakan pendiri supermarket Hero, salah satu toko ritel modern yang pertama hadir di Indonesia.

Merangkum pemberitaan Tribunnews dan KONTAN, Saleh Kurnia bersama rekannya, Phang Kang Hoat, mendirikan pabrik produk makanan dan minuman di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok.

Pada awalnya, PT Suba Indah hendak memproduksi produk susu yang dikerjasamakan dengan perusahaan lain, Nutricia, namun batal di tengah jalan pada 1977.

Gagal dalam bisnis susu, PT Suba Indah mencoba peruntungan dengan masuk ke produk sirup pemanis.

Lahirlah produk sirup pertamanya yang diberi nama Sanquick.

Perusahaan ini baru menciptakan produk sirup Marjan pada tahun 1980.

Varian pertama sirup ini adalah rasa cocopandan dan melon dan masih bertahan sampai saat ini.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved