Susu Formula
Daftar Susu Formula yang Ditarik Nestle di 49 Negara, BPOM: Diduga Mengandung Bakteri Berbahaya
BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia menghentikan distribusi dan sementara menghentikan impor produk terdampak.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Ringkasan Berita:
- Nestlé menarik susu formula bayi merek SMA, BEBA, dan NAN di hampir 50 negara sejak Desember 2025.
- Diduga terkontaminasi bakteri Bacillus cereus yang menghasilkan toksin cereulide, berpotensi menyebabkan muntah parah dan diare pada bayi.
- Dua batch produk terdampak (S-26 Promil Gold pHPro 1) sempat masuk Indonesia, namun uji BPOM menunjukkan toksin tidak terdeteksi.
- Meski demikian, distribusi dihentikan sementara dan Nestlé melakukan penarikan sukarela di bawah pengawasan BPOM.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Nestlé melakukan penarikan besar-besaran susu formula bayi di hampir 50 negara setelah ditemukan dugaan kontaminasi bakteri berbahaya yang berpotensi memicu mual dan muntah parah pada bayi.
Penarikan ini mencakup merek terkenal seperti SMA, BEBA, dan NAN, dan menimbulkan perhatian global terkait keamanan pangan bayi.
Dilaporkan mulai Desember 2025, penarikan produk dilakukan secara global, termasuk di Eropa, Turki, dan Argentina.
Baca juga: Nilai Evia Maria Semuanya A, IPnya 3.73, Keluarga: Tak Ada Masalah Akademis
Dugaan kontaminasi berasal dari cereulide, racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus, yang dikenal tahan panas dan berisiko menimbulkan gejala serius jika dikonsumsi.
Anggie, salah satu konsumen Nestle di Kalawat, Minahasa Utara angkat bicara.
Ia versyukur produk susu Nestlé yang dikonsumsi anaknya aman.
"Puji syukur produk yang beredar di Indonesia aman, namun tetap kita harus lebih selektif dan memperhatikan asupan yang baik bagi anak kita" Ucapnya saat dihubungi Tribunmanado.co.id, Kamis (15/1/2026).
Dimana, Produk yang terdampak hanya S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi 0–6 bulan), dengan nomor izin edar ML 562209063696 dan nomor batch 51530017C2 serta 51540017A1.
Berdasarkan data impor BPOM, dua batch tersebut masuk ke Indonesia, namun hasil uji sampel menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (LoQ <0>
Nestlé menegaskan bahwa keselamatan bayi menjadi prioritas utama, sementara pihak berwenang di berbagai negara, termasuk BPOM di Indonesia, memantau ketat proses penarikan dan memastikan produk yang beredar aman untuk bayi di dalam negeri.
"Keamanan pangan dan kesejahteraan semua bayi tetap menjadi prioritas utama kami," kata Nestle.
"Kami memahami bahwa berita ini dapat menimbulkan kekhawatiran, dan kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan serta dukungan bagi orang tua dan pengasuh selama proses ini," tambah pihak perusahaan.
Lalu, apakah potensi kontaminasi bakteri juga ditemukan di Indonesia?
Kata BPOM soal Nestle Tarik Produk Susu Formula di Eropa
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengatakan, pihaknya sudah menanggapi notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN).
| Tabel Cicilan KUR BSI 2026, Pinjaman hingga Rp500 Juta Tanpa Biaya Provisi dan Administrasi |
|
|---|
| Harga Jual Beli Emas di Pegadaian Jumat 24 April 2026, Berikut Ini Tabel Rincian Harganya |
|
|---|
| Sosok Tahlis Gallang, Putra BMR yang Jadi Sekprov Sulut, Tinggal Menunggu Pelantikan |
|
|---|
| Gempa Baru Saja di Sulawesi Utara Siang Ini Jumat 24 April 2026, Berikut Info BMKG |
|
|---|
| Tabel Cicilan KUR Bank Mandiri 2026, Pinjaman hingga Rp200 Juta dengan Bunga 6 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Daftar-Susu-Formula-yang-Ditarik-Nestle-BPOM-Diduga-Mengandung-Bakteri-Berbahaya.jpg)