Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wajib Tahu

Sehari Pakai Berapa KWh? Begini Cara Hitung Kebutuhan Listrik di Rumah Agar Lebih Hemat

Listrik adalah urat nadi kehidupan modern yang menopang hampir setiap aspek aktivitas kita sehari-hari.

Tayang:
Istimewa/HO
HEMAT LISTRIK - Ilustrasi meteran listik. Sehari Pakai Berapa KWh? Begini Cara Hitung Kebutuhan Listrik di Rumah Agar Lebih Hemat 
Ringkasan Berita:
  • Konsumsi listrik dipengaruhi jumlah anggota keluarga, jenis perangkat elektronik, dan kebiasaan pemakaian. 
  • Rumah tangga kecil (450–2.200 VA) rata-rata memakai 2–2,5 kWh per hari, menengah 3–8 kWh, dan besar lebih dari 8 kWh per hari.
  • Kulkas menjadi perangkat dengan konsumsi listrik terbesar di 80 persen rumah tangga (sekitar 0,8 kWh per hari). AC 0,5 PK yang digunakan setiap malam bisa menyedot sekitar 3 kWh per hari atau Rp 4.500 biaya listrik harian.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berapa Kebutuhan Listrik dalam Sehari?

Listrik bukan sekadar penerang, tetapi napas kehidupan modern.

Hampir setiap aktivitas manusia dari menyalakan lampu, mengisi daya ponsel, hingga mencuci pakaian bergantung pada energi ini.

Di tengah gaya hidup serba digital dan meningkatnya kesadaran akan efisiensi energi, muncul pertanyaan penting: seberapa besar sebenarnya kebutuhan listrik kita dalam sehari?

Baca juga: Tarif BPJS Kesehatan untuk Kelas 1 hingga 3, Rencana Kenaikan Iuran Belum akan Dilakukan

Dosen Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Subuh Pramono mengungkapkan, konsumsi listrik rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa hal.

“Antara lain jumlah dan jenis perangkat elektronik yang ada di rumah, lama pemakaian, jumlah anggota keluarga,” jelasnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/10/2025).

Bahkan, kebiasaan anggota keluarga dalam menggunakan perangkat elektronik dan ukuran rumah juga memengaruhi kebutuhan listrik per harinya.

Sebagai informasi, golongan pelanggan rumah tangga dibagi menjadi tiga sesuai dengan daya tegangan yang diperoleh dalam satu volt ampere (VA).

Ketiga golongan tersebut adalah rumah tangga kecil (R1), menengah (R2), dan besar (R3). Rumah tangga kecil memiliki daya 450 VA hingga 2.200 VA.

“Untuk rumah tangga kecil, kebutuhan listrik 2 atau 2,5 kWh per hari,” tutur Subuh.

Apabila dikalikan dalam sebulan atau 30 hari, pelanggan akan menghabiskan listrik sebesar 60-90 kWh.

Sementara, rumah tangga menengah berdaya listrik antara 3.500 VA-5.500 VA dan rumah tangga besar memiliki daya di atas 6.600 VA.

“Rumah tangga menengah di kisaran 3-8 kWh per hari dan rumah tangga besar di atas 8 kWh per hari,” terang Subuh.

Apabila dikalikan 30 hari, rumah tangga menengah membutuhkan listrik sebesar 90-240 kWh, sedangkan kebutuhan listrik untuk rumah tangga besar lebih dari 240 kWh dalam sebulan.

Sementara itu, dosen Ahli elektro Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Toto Sukisno menyebutkan, beberapa alat elektronik bisa menguras listrik dalam jumlah besar.

Salah satu alat elektronik rumah tangga yang membutuhkan tenaga listrik besar adalah kulkas.

Menurutnya, kulkas menjadikan alat elektronik dengan kebutuhan terbesar pada 80 persen rumah tangga.

“Daya kulkas rentangnya 45-130 watt, artinya dalam sehari untuk jenis kulkas dengan daya terendah sudah mengonsumsi kurang lebih 0,8 kWh,” kata dia saat dihubungi terpisah.

Selain itu, alat atau perangkat elektronik yang boros listrik adalah AC.

Semakin besar kapasitas pendinginan AC, maka listrik yang dibutuhkan akan meningkat.

“Misal 0,5 PK, jika digunakan setelah pulang kerja, perkiraan konsumsi energinya dalam setiap hari 3 kWh atau setara Rp 4.500 rupiah per hari,” ujarnya.

Bahkan, beberapa orang terkadang lupa mematikan AC saat pergi ke luar rumah, membuat penggunaan listrik sia-sia dan semakin boros.

TV kabel juga menjadi alat elektronik yang menyedot listrik cukup besar, karena tetap terhubung ke stopkontak meski sudah dimatikan.

Kondisi itu dikenal sebagai standby power atau listrik laten.

“Televisi yang dibiarkan standby akan mengonsumsi daya di kisaran 2-5 watt. Dalam 10 jam setiap harinya, itu setara 0,05 kWh atau 1,5 kWh setiap bulan,” ucap Toto.

Meski kebutuhan listrik itu terlihat kecil, konsumsinya mencapai sekitar Rp 2.000 per bulan hanya dari satu unit TV.

Jumlahnya akan semakin terasa apabila kondisi seperti itu dilakukan pada banyak perangkat elektronik sekaligus.

Menurut Toto, perangkat yang sering dibiarkan menancap di colokan antara lain televisi, charger ponsel, charger laptop, monitor PC, hingga mesin cuci.

“Dampaknya tentu konsumsi energi listrik yang mubazir, di samping ada faktor keamanan yang perlu dipertimbangkan,” tutur dia.

Artikel tayang di Kompas.com

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved