Teknologi AI
OpenAI Izinkan Konten Dewasa Bagi Pengguna ChatGPT Berlaku 1 Desember 2025, Tapi Harus Lakukan Ini
Upaya tersebut termasuk pengembangan alat baru yang memungkinkan ChatGPT untuk melonggarkan pembatasan secara aman dalam banyak kasus.
Ringkasan Berita:1.OpenAI akan mengizinkan konten dewasa bagi pengguna ChatGPT yang telah memverifikasi usia mereka di platform tersebut mulai 1 Desember 2025 mendatang2.Para kritikus mengatakan keputusan OpenAI mengizinkan konten erotika di platform menunjukkan perlunya regulasi yang lebih ketat di tingkat federal maupun negara bagian.3.OpenAI saat itu menyatakan perusahaan sedang menerapkan perbaikan untuk membatasi konten semacam itu.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Perkembangan teknologi banyak manfaatnya untuk manusia, namun harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Teknologi OpenAI misalnya, mereka semakin membuka peluang adanya konten dewasa.
OpenAI adalah laboratorium penelitan kecerdasan buatan yang terdiri atas perusahaan waralaba OpenAI LP dan perusahaan induk nirlabanya, OpenAI Inc.
Baca juga: Studi Peneliti OpenAI: Bahaya, AI Punya Tujuan Sendiri
Para pendirinya terdorong oleh ketakutan mereka akan kemungkinan bahwa kecerdasan buatan dapat mengancam keberadaan manusia.
Itu artinya pengguna bisa menjelajah lebih dalam lagi.
OpenAI akan mengizinkan konten dewasa bagi pengguna ChatGPT yang telah memverifikasi usia mereka di platform tersebut mulai 1 Desember 2025 mendatang, ungkap CEO Sam Altman pada Selasa waktu setempat (14/10/2025).
ChatGPT adalah sebuah bot obrolan kecerdasan buatan berupa model bahasa generatif yang menggunakan teknologi transformer untuk memprediksi probabilitas kalimat atau kata berikutnya dalam suatu percakapan ataupun perintah teks.
Langkah ini sekaligus mengakhiri regulasi sebelumnya yang memerketat konten khusus dewasa pada chatbot tersebut untuk melindungi pengguna yang mengalami gangguan kesehatan mental.
"Saat kami menerapkan pembatasan usia secara lebih penuh dan sebagai bagian dari prinsip 'memperlakukan pengguna dewasa sebagai dewasa', kami akan mengizinkan lebih banyak konten, seperti erotika untuk orang dewasa yang telah terverifikasi," tulis Altman dalam sebuah unggahan di X pada hari Selasa.
Altman menjelaskan bahwa OpenAI sebelumnya membuat ChatGPT "cukup ketat" untuk memastikan kehati-hatian terhadap masalah kesehatan mental.
Namun, pendekatan ini justru membuat chatbot menjadi kurang bermanfaat bagi banyak pengguna yang memiliki masalah kesehatan mental.
Menurut Altman, OpenAI terus berupaya mengatasi risiko kesehatan mental yang serius melalui beberapa perubahan di produk mereka.
Upaya tersebut termasuk pengembangan alat baru yang memungkinkan ChatGPT untuk melonggarkan pembatasan secara aman dalam banyak kasus.
Dalam beberapa minggu mendatang, OpenAI juga akan merilis versi terbaru ChatGPT yang memungkinkan pengguna menentukan nada dan kepribadian chatbot sesuai keinginan mereka.
"Jika Anda ingin ChatGPT merespons dengan cara yang sangat manusiawi, atau menggunakan banyak emoji, atau bertindak seperti teman, ChatGPT bisa melakukannya, tetapi hanya jika Anda menginginkannya, bukan karena kami memaksimalkan penggunaan," ujar Altman.
| Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi Kini Diusut Kejati Sulut, 1 Perkara Sudah Naik Sidang |
|
|---|
| Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Mantan Rektor Unsrat Ellen Kumaat Tersenyum |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Karombasan Manado, Seorang Bayi 5 Tahun Cencen Meninggal |
|
|---|
| Breaking News: Petinggi Salah Satu Bank di Sulawesi Utara Terinformasi Diperiksa Kejati Sulut |
|
|---|
| 5 Desa di Bolaang Mongondow Sulut Bakal Laksanakan Pilkades Antarwaktu 2026, 3 Sangadi Mundur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/191224-ChatGPT.jpg)