Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demo Ricuh

10 Tokoh Menilai Sikap DPR Jadi Penyebab Gelombang Demo di Berbagai Wilayah, Ini Kata Ahok dan JK

Pihak menganggap gelombang demonstrasi yang terjadi dimulai di Jakarta hingga merembet ke berbagai wilayah Indonesia

Editor: Glendi Manengal
Kolase Kompas/Tribunnews
DEMO RICUH: Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025). Demo tersebut berakhir ricuh. Banyak pihak menilai gelombang demonstrasi di berbagai wilayah terjadi sebab sikap DPR RI yang tak berpihak pada rakyat. 

Aktris Prilly Latuconsina dan aktor Omara Esteghlal ikut buka suara mengenai gelombang demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia.

Keduanya beranggapan, hal serupa tidak akan terjadi apabila DPR bisa bersikap lebih bijaksana dalam memberikan pernyataan terkait isu kenaikan tunjangan wakil rakyat.

"Demo ini muncul karena ada pemberitaan tunjangan DPR yang naik drastis," tegas Prilly lewat akun Instagramnya.

"Banyak sekali statement-statement dari yang harusnya menjadi perwakilan rakyat, tapi malah tidak bijak. Ada yang bilang ‘cuma 12 juta’, ‘cuma segini, ini tidak besar’. Bahkan ada yang menyebut, ‘yang protes itu orang tolol’. Itu semua kan menyakitkan buat rakyat," urai Prilly.

Hal serupa turut disampaikan sang kekasih, Omara. Omara menyebut sikap DPR belakangan ini memang membuat rakyat marah.

Ia juga menyinggung soal aksi joget-joget anggota DPR saat Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2025.

"Bagaimanapun, ini semua terjadi setelah pengumuman kenaikan tunjangan. Lalu muncul footage orang-orang ini, yang seharusnya mewakili rakyat, malah joget-joget dengan gembira," ujarnya.

Omara pun menyebut, semua sikap DPR itu menjadi penyebab utama rakyat murka hingga turun ke jalan.

"Tentu ini menimbulkan rasa amarah dan kekecewaan dari seluruh rakyat Indonesia," ucap dia.

3. Joko Anwar

Sineas Joko Anwar berpendapat gelombang demonstrasi terjadi sebab ada akumulasi kemarahan rakyat lantaran kinerja DPR dan pemerintah tidak memuaskan.

Ia menegaskan, gelombang demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia terjadi bukan secara tiba-tiba.

Joko Anwar mengatakan itu semua terjadi sebab kemarahan rakyat sudah memuncak.

"Yang pasti kita sampai ada di kondisi ini tidak tiba tiba. Segala masalah, baik Pemerintah maupun DPR, ini dianggap tidak bekerja dan berpihak untuk rakyat," kata Joko Anwar ketika ditemui di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).

"Setiap hari kita melihat orang susah mencari kerja, banyak yang kelaparan, kesulitan hidup, sehingga apa yang terjadi ini adalah jeritan hati rakyat. Rakyat sudah sering diminta untuk maklum, memaafkan kalau ada kesalahan yang dibuat pejabat mereka minta maaf," imbuh dia.

Pria yang akrab disapa Jokan itu menilai selama ini DPR RI seakan anti kritik. Jika ada yang memberikan komentar pedas, kata dia, justru dianggap tidak mendukung mereka.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved