Mitra Sulawesi Utara
Tak Perlu Lagi ke Manado, Penderita Ginjal Kini Bisa Cuci Darah di RSUD Mitra Sehat
penjajakan serius terkait pengadaan mesin cuci darah di RSUD Mitra Sehat melalui kerja sama dengan PT B Braun Medical Indonesia.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Gryfid Talumedun
Ringkasan Berita:
- Bupati Ronald Kandoli membahas kerja sama dengan PT B Braun Medical Indonesia untuk menghadirkan mesin cuci darah di RSUD Mitra Sehat.
- Selama ini pasien harus berobat ke Tomohon atau Manado, sehingga pengadaan fasilitas ini dinilai mendesak untuk mengurangi biaya, waktu tempuh, dan risiko kesehatan.
- Pemkab siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dan SDM agar layanan hemodialisa segera beroperasi sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan yang lebih modern dan responsif.
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warganya.
Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, melakukan penjajakan serius terkait pengadaan mesin cuci darah (hemodialisa) di RSUD Mitra Sehat melalui kerja sama dengan PT B Braun Medical Indonesia.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Mitra, Rabu 4 Maret 2026.
Baca juga: Wabup Minahasa Tenggara Fredy Tuda Pantau Progres Dapur MBG di 3 Desa Tertinggal
Agenda utama dalam rapat tersebut yakni mendengarkan pemaparan teknis mengenai spesifikasi, kebutuhan, serta kesiapan operasional layanan hemodialisa di RSUD Mitra Sehat.
Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Mitra David H Lalandos, Kepala Dinas Kesehatan Tommy Soleman, serta jajaran manajemen RSUD Mitra Sehat.
Pihak PT B Braun Medical Indonesia wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo juga turut memaparkan kesiapan dukungan teknis dan sistem layanan.
Bupati Ronald Kandoli menegaskan bahwa pengadaan mesin cuci darah merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.
Selama ini, ketiadaan fasilitas hemodialisa di Mitra memaksa pasien gagal ginjal harus menempuh perjalanan jauh ke Tomohon atau Manado untuk menjalani perawatan rutin.
“Kondisi ini tidak hanya menguras waktu, tetapi juga menambah beban biaya transportasi dan berdampak pada kondisi fisik pasien serta keluarga pendamping,” ujar Kandoli.
Menurutnya, layanan kesehatan yang ideal harus mendekatkan fasilitas kepada masyarakat, bukan sebaliknya.
Dalam pemaparan teknis, dijelaskan bahwa layanan hemodialisa membutuhkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia terlatih, serta sistem pendukung yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk memenuhi seluruh persyaratan tersebut agar layanan dapat segera dioperasikan secara optimal.
Kandoli juga menekankan bahwa kehadiran fasilitas cuci darah di RSUD Mitra Sehat merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan daerah menuju sistem yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
"Semoga dengan adanya fasilitas ini bisa lebih membantu masyarakat yang ada di Kabupaten Mitra," tegasnya. (Nie)
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
| Terima Kunjungan Kepala BPK Sulut, Bupati Mitra Ronald Kandoli Targetkan Pertahankan Opini WTP |
|
|---|
| Tegur Orang Mabuk, Pendeta di Mitra Malah Dikejar dengan Sajam, Polisi: Masih Penyelidikan |
|
|---|
| Warga Keluhkan Jalan Ratahan-Wioi Mitra Rusak dan Penuh Lubang, Minta Pemerintah Ambil Tindakan |
|
|---|
| Pimpin Raker Pemkab Mitra, Bupati Ronald Kandoli Soroti Ribuan ASN Kelabuhi Sistem Absensi |
|
|---|
| Sidak di Dua SKPD, BKPSDM Minahasa Tenggara Temukan 21 PNS dan PPPK Tak Masuk Kantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Bupati-Minahasa-Tenggara-Ronald-Kandoli-melakukan-pengadaan-mesin-cuci-darah.jpg)