Berita Mitra
Kericuhan di Desa Watuliney dan Molompar Mitra Murni Perkelahian Kelompok Anak Muda
Kericuhan di Desa Watuliney dan Molompar Mitra Murni Perkelahian Kelompok Anak Muda.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Frandi Piring
Ringkasan Berita:
TRIBUNMANADO.CO.ID - MITRA - Polda Sulawesi Utara (Sulut) bersama Polres Minahasa Tenggara (Mitra) memaparkan perkembangan terkini penanganan konflik antarkelompok warga di Desa Watuliney dan Desa Molompar, Kecamatan Belang, Mitra.
Pemaparan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Aula Mapolres Mitra, Selasa 2 November 2025.
Konfrensi pers ini dipimpin Karo Ops Polda Sulut AKBP Ferry Raimond Ukoli, didampingi Kabid Humas Polda Sulut KBP Alamsyah Hasibuan, Dirreskrimum Polda Sulut AKBP Suryandi, serta Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya.
AKBP Ferry Raimond Ukoli Karo Ops Polda Sulut menyampaikan, sudah ada 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Para tersangka saat ini telah ditahan Polres Mitra.
“Sampai saat ini ada 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan seluruhnya sudah diamankan di Mapolres Mitra," kata dia.
Begitu juga dengan situasi di lokasi kericuhan telah aman. "Kondisi di lapangan kondusif,” jelasnya.
Kabid Humas Polda Sulut AKBP Alamsyah Hasibuan menambahkan, langkah penanganan telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk koordinasi dengan Forkopimda Sulut dan Mitra.
Dijelaskannya, akar masalah dalam konflik ini adalah perselisihan antara anak muda.
“Ini murni perkelahian kelompok anak muda. Polisi bergerak cepat, dan situasi saat ini terkendali,” tegas Hasibuan.
Pada Senin, 1 Desember 2025 kemarin, Bupati Mitra Ronald Kandoli menghadiri Tatap Muka dan Dialog Forkopimda Sulut bersama masyarakat Desa Molompar Raya dan Watuliney Raya.
Pertemuan yang dipimpin Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay berlangsung di Aula GMIM Silo Watuliney.
Ini menjadi momentum penting meredam ketegangan pascakonflik sosial di wilayah tersebut.
Sejumlah pimpinan daerah hadir, termasuk Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Julianto, Wakapolda Brigjen Pol Awi Setiyono, Ketua DPRD Mitra Sofia Antou, Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, Dandim 1302 Letkol Inf. Bonaventura Ageng Santoso, Wakil Bupati Fredy Tuda, serta jajaran TNI–Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Wagub Victor Mailangkay menegaskan dengan jelas kasus yang terjadi bukan konflik SARA atau agama, melainkan murni tindak kriminal yang akan diproses hukum secara menyeluruh.
Sementara itu, Bupati Ronald Kandoli, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pascakejadian.
Sejak kemarin, Pemkab Mitra bersama Forkopimda sudah turun langsung ke Molompar dan Watuliney.
“Saya ingin menegaskan kembali apa yang disampaikan Bapak Kapolda, mari kita percayakan sepenuhnya penanganan persoalan ini kepada aparat keamanan," kata dia.
"Kita harus menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, dan memberi ruang agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Kandoli.
Dialog berlangsung hangat dan menjadi upaya konkret pemerintah untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Minahasa Tenggara tetap terjaga.
Baca juga: Aksi Pengrusakan Gereja Terjadi di Desa Watuliney Mitra, Kapolres AKBP Handoko Sanjaya Beri Imbauan
Bupati Minta Warga Jaga Kerukunan
Bupati Mitra Ronald Kandoli diketahui turun ke Kecamatan Belang untuk memantau situasi pada hari kejadian, Minggu 30 November 2025.
Bersama Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awie Setiyono, ia mengimbau agar masyarakat menjaga kerukunan dan toleransi antarsesama.
Ia pun meminta agar warga mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian.
"Mari kita percayakan semua kepada penegak hukum," ujarnya di sekitar TKP, Minggu (30/11)
”Kita adalah saudara, perbedaan pendapat atau persoalan apa pun tidak boleh membawa kita kepada tindakan kekerasan,” tegasnya.
Ronald Kandoli juga memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum, baik TNI maupun Polri, yang telah bergerak cepat turun ke lapangan untuk menenangkan situasi dan mencegah terjadinya konflik yang lebih besar.
"Kehadiran mereka adalah bentuk komitmen negara dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat," tegas dia.
“Saya tegaskan bahwa Pemkab Mitra berharap aparat dapat menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam pertikaian ini," ucapnya.
"Kita semua mengetahui bahwa kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa bulan yang lalu, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan damai," tegas dia.
"Ketika peristiwa yang sama kembali terulang, maka pemerintah berkewajiban memastikan proses penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu, demi kebaikan bersama,” ungkap Kandoli.
Ronald Kandoli juga memerintahkan agar para Hukum Tua (kades) dan para Camat untuk segera berkoordinasi dengan aparat keamanan guna mengidentifikasi dan mencari para pelaku.
“Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab moral kita sebagai pemerintah dan sebagai masyarakat untuk menjaga kedamaian di daerah kita,” ucap dia.
Menurutnya, peristiwa ini sebagai pengingat bahwa kedamaian adalah anugerah sekaligus tanggung jawab.
"Tuhan memanggil kita untuk menjadi pembawa damai, bukan pemecah belah. Mari kita bangun kembali kepercayaan, persaudaraan, dan hubungan antarwarga, sehingga Mitra tetap harmonis," tutur Ronald Kandoli. (Nie)
Baca juga: Breaking News: Polisi Tetapkan 10 Tersangka Kasus Perkelahian Antar Kelompok di Minahasa Tenggara
kericuhan
konflik
Watuliney
Molompar
Minahasa Tenggara
Mitra
akar masalah
anak muda
multiangle
Meaningful
| Novie Legi Pimpin PIKI Mitra, Siap Usulkan Perjuangkan WPR untuk Penambang Kecil |
|
|---|
| Polisi Tangkap 9 Orang Muda-Mudi yang Gelar Pesta Lem di Dermaga Ratatotok Mitra Sulut |
|
|---|
| Berita Populer Mitra: 26 Terduga Pelaku Tawuran Antarkelompok Remaja di Belang Ditangkap Polisi |
|
|---|
| 2 Pemuda Pelaku Sajam di Belang Ditangkap Polres Mitra, Kasat Reskrim: Bukan Bagian dari Konflik |
|
|---|
| Breaking News: Tersangka Kericuhan di Watuliney - Molompar Mitra Bertambah, Kini jadi 19 Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Konflik-kericuhan-di-Desa-Watuliney-dan-Desa-Molompar-Kecamatan-Belang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.