Minahasa Sulawesi Utara
Ikan Sapu-sapu Muncul di Danau Tondano Minahasa, Akademisi Ingatkan Dampak Serius
Akademisi Unsrat Manado menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu atau dikenal secara ilmiah sebagai Hypostomus plecostomus.
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Chintya Rantung
Ringkasan Berita:
- Kemunculan ikan sapu-sapu di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara mulai disoroti nelayan setempat
- Dalam beberapa hari terakhir, beredar postingan di media sosial yang memperlihatkan warga menangkap ikan tersebut dalam jumlah cukup banyak
- Fenomena ini memicu kekhawatiran karena ikan sapu-sapu diduga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan dan mengancam keberadaan ikan lokal, seperti mujair dan jenis ikan endemik lainnya
TRIBUNMANADO.CO.ID – Kemunculan ikan sapu-sapu di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara mulai disoroti nelayan setempat.
Dalam beberapa hari terakhir, beredar postingan di media sosial yang memperlihatkan warga menangkap ikan tersebut dalam jumlah cukup banyak.
Fenomena ini memicu kekhawatiran karena ikan sapu-sapu diduga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan dan mengancam keberadaan ikan lokal, seperti mujair dan jenis ikan endemik lainnya.
Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Ir Kawilarang W. A Masengi, saat dihubungi Selasa (28/4/2026), menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu atau dikenal secara ilmiah sebagai Hypostomus plecostomus.
Dimana itu merupakan spesies invasif yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi.
“Ikan ini cepat berkembang biak dan memiliki perilaku menggali dasar perairan, yang bisa merusak habitat alami ikan lokal,” ujarnya saat dihubungi.
Menurutnya, jika tidak dikendalikan, populasi ikan sapu-sapu berpotensi mendominasi perairan dan mengganggu rantai makanan di danau.
Meski demikian, Kawilarang menilai keberadaan ikan ini tidak selalu berdampak negatif jika dikelola dengan baik.
Ia menyebut, ikan sapu-sapu justru dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya alternatif yang bernilai ekonomi.
Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku tepung ikan untuk pakan budidaya.
Dengan kandungan protein yang cukup tinggi, ikan ini bisa menjadi substitusi sebagian tepung ikan laut, sehingga membantu menekan biaya produksi pakan.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga dapat dimanfaatkan dalam budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai campuran pakan untuk meningkatkan kandungan nutrisi larva.
“Kalau diolah dengan benar, ikan ini juga bisa dijadikan produk konsumsi seperti abon, bakso, atau nugget, meskipun perlu proses khusus untuk menghilangkan bau lumpur,” tambahnya.
Tidak hanya itu, bagian kulit dan tulang ikan sapu-sapu yang kaya kolagen juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku gelatin untuk industri pangan dan farmasi.
Di sektor pertanian, ikan ini bahkan dapat diolah menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi, karena mengandung unsur hara penting seperti nitrogen dan fosfor.
| Kisah SD Inpres Sinuian Minahasa, Bertahun-tahun Rusak Berat |
|
|---|
| MBG 3B di Desa Sea Minahasa Bantu Cegah Gizi Kurang, Kader Kesehatan Harap Program Terus Berlanjut |
|
|---|
| Lorong Masjid Nurut Taqwa Desa Sea Minahasa Dihiasi Lampu Hias, Suasana Ramadan Kian Semarak |
|
|---|
| Instruksi Bupati, Kepala BKPSDM Minahasa Sidak di Diskominfo |
|
|---|
| Ratusan Pelayat Hadiri Ibadah Pemakaman Veldrie Piri di Tumaratas Minahasa Sulut: Beliau Orang Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/TANGGAPAN-Akademisi-Universitas-Sam-hjhgj.jpg)