Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Persma Manado

Persma Manado Tertinggal 0-1 dari Persebri Batanghari FC

Gol tersebut membuat Persma Manado tertinggal 0-1 dan harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

Tayang:
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Rhendi Umar
TERTINGAL: Persma Manado untuk sementara tertinggal 0-1 dari Persebri Batanghari FC pada laga pembuka Liga 4 Nasional yang berlangsung di Stadion Amarta, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) Sabtu (30/5/2026). Gol tersebut membuat Persma Manado tertinggal 0-1 dan harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. 

Performa Persma mulai mencuri perhatian publik ketika tampil di Divisi Utama musim 1995/1996.

Saat itu, tim diperkuat sejumlah pemain asing asal Chile, seperti Rodrigo Araya, Juan Rubio, dan Nelson Sanchez.

Pada musim yang sama, Persma juga mendapat kesempatan menghadapi klub besar Eropa, PSV Eindhoven, yang diperkuat pemain kelas dunia seperti Boudewijn Zenden, Philip Cocu, Wilfred Bouma, serta Ronaldo Nazário.

Penampilan impresif berlanjut pada musim berikutnya.

Kehadiran tiga pemain asal Kamerun, yakni Onana Jules Denis, Ebongue Ernest, dan Jean Pierre Fiala, turut membawa Persma melangkah hingga babak 12 besar Divisi Utama.

Bahkan, tim ini pernah menahan imbang Persib Bandung tanpa gol, hasil yang semakin mengangkat reputasi mereka di tingkat nasional.

Pada masa puncaknya, Persma Manado menjadi salah satu kekuatan utama di Indonesia Timur, sejajar dengan PSM Makassar dan Persipura Jayapura.

Namun, krisis moneter 1998 serta periode reformasi membuat kompetisi sepak bola nasional terhenti, yang berdampak pada menurunnya prestasi klub secara bertahap.

Saat ini, Persma berkompetisi di Liga 4.

Walau berada di kasta bawah, upaya untuk bangkit kembali mulai terlihat. 

Semangat kebangkitan ini kembali digaungkan pada masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), dengan dorongan agar Persma kembali bersaing di level nasional melalui sistem pengelolaan mandiri tanpa ketergantungan pada dana pemerintah.

Perjalanan panjang Persma di kompetisi nasional mencatat berbagai fase, mulai dari menjadi runner-up Divisi I musim 1994/1995 yang mengantarkan mereka promosi ke Divisi Utama, hingga beberapa kali mencapai fase penting seperti 12 besar dan 8 besar.

Klub ini juga sempat mengalami degradasi ke kasta lebih rendah sebelum kembali bangkit.

Dalam beberapa tahun terakhir, Persma menunjukkan eksistensinya dengan menjuarai Liga Nusantara Zona Sulut pada 2013, 2014, dan 2016, serta meraih runner-up Liga 3 Zona Sulut pada 2018 dan juara pada 2019, meski langkahnya terhenti di tingkat regional.

Rekam Jejak Persma Manado

Berikut perjalanan Persma Manado di kompetisi sepak bola nasional:

1994/1995: Runner-up Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)

1995/1996: Peringkat 11 Wilayah Timur Divisi Utama

1996/1997: Peringkat 3 Wilayah Timur; Babak 12 Besar Divisi Utama

1997/1998: Peringkat 2 Wilayah Timur Divisi Utama

1998/1999: Peringkat 3 Grup E Divisi Utama

1999/2000: Peringkat 7 Wilayah Timur Divisi Utama

2001: Peringkat 13 Wilayah Timur (Degradasi ke Divisi I)

2002: Juara 3 Divisi I

2003: Peringkat 7 Grup D Divisi I (Degradasi ke Divisi II)

2004: Babak 16 Besar Divisi II (Promosi ke Divisi I)

2005: Peringkat 7 Wilayah Timur Divisi I

2006: Babak 8 Besar Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)

2007/2008: Peringkat 12 Wilayah Timur Divisi Utama

2013: Juara Liga Nusantara Zona Sulut

2014: Juara Liga Nusantara Zona Sulut

2016: Juara Liga Nusantara Zona Sulut

2018: Runner-up Liga 3 Zona Sulut

2019: Juara Liga 3 Zona Sulut (Terhenti di Babak Regional Sulawesi) (Ren)

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Manado
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved