Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Bapok di Manado

Tak Ambil Dari Bulog, Pedagang Pasar Bersehati Manado Jual MinyaKita Melebihi HET

Harga MinyaKita di Pasar Bersehati Manado masih dijual di atas HET. Karena stok barang yang pedagang jual bukan dari Bulog.

Tayang:
Tribun Manado/Ferdi Guhuhuku
MINYAK - Harga minyak goreng subsidi merek MinyaKita di Pasar Bersehati Manado masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pantauan di Pasar Bersehati, Kamis (21/5/2026), harga MinyaKita dijual bervariasi mulai dari Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per liter. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMANADO.CO.CID - Harga minyak goreng subsidi merek MinyaKita di Pasar Bersehati Manado, Sulawesi Utara (Sulut) masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. 

Sejumlah pedagang mengaku kondisi tersebut terjadi karena stok barang yang mereka jual bukan berasal langsung dari Bulog, melainkan dari toko dan distributor lain dengan harga modal yang sudah tinggi.

Pantauan di Pasar Bersehati, Kamis (21/5/2026), harga MinyaKita dijual bervariasi mulai dari Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per liter. 

Angka tersebut berada di atas HET pemerintah yang ditetapkan sekitar Rp15.700 per liter.

Seorang pedagang mengaku, tidak bisa menjual sesuai harga standar pemerintah karena keuntungan yang diperoleh akan sangat kecil bahkan berpotensi merugi jika harga modal sudah tinggi sejak awal pembelian.

“Kalau kami ambil langsung dari Bulog mungkin bisa jual sesuai HET, tapi kebanyakan stok yang masuk itu dari distributor atau toko lain, jadi harga modalnya memang sudah naik,” Rani salah seorang pedagang di Pasar Bersehati.

Rani menjelaskan, pasokan MinyaKita dari Bulog sangat terbatas sehingga cepat abis.

“Karena sekarang permintaan dari Pasar sudah banyak, jatah setiap pedagang dibatasi sehingga kita jual cepat abis. Makanya kita beli dari toko lain otomatis harganya tidak sesuai HET pasti lebih tinggi karena kita tidak mau rugi,” jelasnya.

Pedagang lainnya mengatakan, mendapatkan stok langsung dari Bulog tidak selalu mudah bagi pedagang kecil. 

“Kami ini jualan kecil. Kadang harus cari stok cepat supaya barang tetap ada di warung atau lapak. Jadi biasanya ambil dari tempat yang lebih dekat walaupun harga lebih mahal,” kata Indah.

Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah dapat memperketat pengawasan distribusi minyak goreng subsidi agar harga di pasaran tetap stabil dan sesuai ketentuan. 

Warga juga meminta pasokan MinyaKita ke pasar tradisional diperbanyak agar pedagang kecil bisa memperoleh stok dengan harga lebih murah.

Seorang warga Manado yang ditemui saat berbelanja mengaku harga MinyaKita saat ini cukup membebani, terutama bagi keluarga yang setiap hari menggunakan minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kalau naik terus tentu terasa juga. Apalagi ini minyak subsidi yang seharusnya lebih murah dan mudah didapat,” ujar salah satu warga.

(TribunManado.co.id/Fer)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved