Kamis, 21 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Oli

Rupiah Melemah, Harga Oli dan Sparepart Kendaraan di Manado Sulut Ikut Naik, Kini Dijual Segini

Sejumlah produk otomotif mengalami penyesuaian harga, mulai dari oli hingga suku cadang kendaraan roda dua dan roda empat.

Tayang:
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
fernando lumowa/tribun manado
BENGKEL - Ilustrasi servis motor di Manado. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS mulai berdampak pada sektor otomotif di Sulawesi Utara (Sulut).  

Ringkasan Berita:
  • Pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS membuat harga oli dan suku cadang kendaraan di Manado mengalami kenaikan hingga Rp20 ribu.
  • Diler resmi Honda menyebut harga oli naik sekitar 10-12 persen sejak 1 Mei 2026, namun konsumen tetap memilih produk original dan rutin servis.
  • Bengkel umum juga menaikkan harga karena penyesuaian dari distributor di Jawa, sementara konsumen dinilai tetap datang karena kebutuhan servis kendaraan.

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS mulai berdampak pada sektor otomotif di Sulawesi Utara (Sulut). 

Sejumlah produk otomotif mengalami penyesuaian harga, mulai dari oli hingga suku cadang kendaraan roda dua dan roda empat.

Di Kota Manado, harga oli kendaraan tercatat naik sekitar Rp 8 ribu sampai Rp 20 ribu untuk kemasan 0,8 liter hingga 1 liter, baik oli motor maupun mobil.

Sales Manager Tridjaya Motor Sam Ratulangi Manado, Erwin Momuat, mengatakan kenaikan harga oli motor mulai berlaku sejak 1 Mei 2026.

"Kenaikan harga sekitar 10 sampai 12 persen. Oli rata-rata naik Rp 8 ribu," ujar Momuat kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (19/5/2026). 

Meski ada kenaikan, menurut Erwin, konsumen masih tetap melakukan penggantian oli rutin dan lebih memilih produk asli.

“Sejauh ini belum ada keluhan berarti karena konsumen memahami pentingnya penggunaan oli original,” ujarnya.

Tak hanya oli, harga suku cadang kendaraan juga ikut terdongkrak.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi diler resmi sepeda motor Honda karena konsumen mulai membandingkan harga dengan produk imitasi atau KW.

Pihak diler, kata Erwin, terus memberikan penjelasan bahwa suku cadang yang dijual merupakan produk asli Honda dengan kualitas yang terjamin.

"Sejauh ini yang datang servis ke AHASS cenderung beli yang original. Yang beli di luar, tetap kami layani pemasangan tapi tidak menggaransi kualitasnya," katanya lagi. 

Sementara itu, kenaikan harga di bengkel umum disebut lebih tinggi dibandingkan bengkel resmi yang mengikuti harga eceran tertinggi (HET). Di sejumlah bengkel umum, harga oli naik antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

Pemilik bengkel oli dan sparepart di Jalan RW Mongisidi, Ko Teng, mengatakan kenaikan harga sudah dirasakan sejak akhir April lalu.

“Kami menyesuaikan harga dari distributor di Jawa. Oli dan sparepart semuanya ikut naik,” katanya.

Ia mengakui kondisi tersebut turut memengaruhi konsumen, meski pelanggan yang datang umumnya memang sudah membutuhkan penggantian oli maupun perbaikan kendaraan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved