Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran di Megamall

Mata Perih dan Napas Sesak, Kesaksian Petugas Evakuasi Korban Kebakaran Mega Mall Manado

Suasana malam Minggu di pusat bisnis pertama Kota Tinutuan mendadak mencekam. Mega Mall Manado dilanda kebakaran hebat pada Sabtu.

Tayang:
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Rizali Posumah
PETUGAS - Imanuel Tendean atau akrab disapa Komdan Tende, anggota Polri yang bertugas di Polresta Manado dan Relawan Airy Oktavianus. Keduanya ditemui Tribun Manado di lokasi peristiwa kebakaran, Mega Mall, Minggu (17/5/2026) dini hari. 

Ringkasan Berita:
  • Suasana malam Minggu di pusat bisnis pertama Kota Tinutuan mendadak mencekam.
  • Mega Mall Manado dilanda kebakaran hebat pada Sabtu (17/5/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.
  • Api yang berkobar besar dan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi bahkan dapat terlihat dari berbagai sudut kota, membuat panik.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO — Suasana malam Minggu di pusat bisnis pertama Kota Tinutuan mendadak mencekam.

Mega Mall Manado dilanda kebakaran hebat pada Sabtu (17/5/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.

Api yang berkobar besar dan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi bahkan dapat terlihat dari berbagai sudut kota, membuat panik.

Ratusan pengunjung dan karyawan langsung berhamburan menyelamatkan diri.

Namun, di tengah kekacauan tersebut, lima orang Staff Engineer Mega Mall, empat pria dan satu wanita, terjebak di lantai paling atas saat berusaha menjinakkan api.

Meski armada Pemadam Kebakaran dan aparat Polri cepat tiba di lokasi, upaya penyelamatan awal sempat membentur dinding api dan kepulan asap pekat yang menyelimuti seluruh isi gedung.

Setelah perjuangan keras, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 22.00 Wita.

Tim Rescue bersenjata tabung oksigen langsung merangsek masuk ke dalam gedung yang masih membara.

Operasi berlangsung hingga Minggu (17/5/2026) dini hari pukul 00.10 Wita.

Empat korban pria ditemukan dalam kondisi selamat, namun satu perempuan bernama Pricilia Tamawiwy ditemukan sudah tidak bernyawa.

Anggota Polri yang akrab disapa Komdan Tende mengungkapkan bahwa hawa panas dan pekatnya asap menjadi musuh utama mereka.

Ia sempat melihat tanda kehidupan dari korban, namun kobaran api terlalu kuat untuk ditembus.

"Saya sempat melihat flashlight (dari korban), namun kita kesulitan untuk menerobos ke atas karena kobaran api masih sangat besar."

"Dan di dalam tadi, saat mencoba masuk juga mata sudah terasa sangat perih. Di dalam dipenuhi asap pekat dan panas," terang Tende.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved