Kebakaran di Megamall
Pengakuan Lengkap Komdan Tende Saat Mau Evakuasi Korban Kebakaran Megamall Manado: Flashlight Gerak
Saat insiden kebakaran terjadi, Komdan Tende bersama petugas, termasuk tim Damkar sempat berupaya melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Ringkasan Berita:
- Komdan Tende, anggota Resmob Polres Manado, mengaku sempat melihat cahaya flashlight dari korban yang terjebak saat kebakaran Mega Mall Manado, menandakan korban masih hidup saat itu.
- Bersama tim Damkar, ia berusaha melakukan evakuasi, namun terhalang asap pekat, hawa panas ekstrem, dan kobaran api yang semakin membesar sehingga tidak memungkinkan menembus lokasi korban.
- Saat pertama tiba di lokasi, api belum terlihat jelas dan hanya asap tebal yang memenuhi gedung.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Imanuel Tendean atau yang akrab disapa Komdan Tende oleh masyarakat Kota Manado menceritakan situasi mencekam saat terjadinya kebakaran di Megamall, kawasan Megamas, Jalan Piere Tendean, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Sabtu (16/5/2026).
Komdan Tende merupakan Bintara Polri yang bertugas di Mapolres Manado, khususnya di Unit Resmob.
Selain dikenal sebagai anggota polisi, ia juga dikenal luas oleh masyarakat sebagai polisi kreator karena kerap melakukan siaran langsung atau live report terkait situasi di Kota Manado.
Saat insiden kebakaran terjadi, Komdan Tende bersama sejumlah petugas, termasuk tim pemadam kebakaran (Damkar), sempat berupaya melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak di dalam gedung Megamall.
Megamall Manado adalah pusat perbelanjaan yang berada di kawasan bisnis dan pusat perdagangan Megamas, tepatnya di Jalan Piere Tendean Boulevard, Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang, Kota Manado.
Lokasinya berada di kawasan pesisir Boulevard yang dikenal sebagai pusat bisnis dan kuliner Kota Manado.
Jarak Megamall ke pusat Kota Manado sangat dekat, hanya sekitar 5-10 menit perjalanan kendaraan karena masih berada di kawasan inti perdagangan kota.
Sementara jarak dari Megamall menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sekitar 14-17 kilometer, dengan waktu tempuh normal sekitar 30-40 menit tergantung kondisi lalu lintas.
Lokasi strategis ini membuat Megamall menjadi salah satu pusat perbelanjaan utama yang mudah dijangkau baik dari pusat pemerintahan maupun dari akses bandara.
Namun pada Sabtu malam sekitar 21.00 Wita, Megamall Manado terbakar.
Sejumlah pihak turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman api dan evakuasi korban yang terjebak.
Salah satu orang yang mencoba melakukan evakuasi adalah Komdan Tende.
Namun, upaya penyelamatan itu terkendala kobaran api yang semakin membesar, asap pekat yang memenuhi ruangan, serta suhu panas ekstrem di dalam gedung.
Komdan Tende mengaku sempat melihat tanda-tanda bahwa korban masih hidup saat proses evakuasi awal dilakukan.
“Tadi saya melihat saat korban masih hidup. Ada cahaya flashlight dari dalam. Saat kami datang ke lokasi, flashlight-nya masih hidup dan bergerak,” ungkapnya kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro di lokasi kejadian.
| Cerita Komdan Tende saat Kebakaran di Megamall Manado: Sempat Lihat Flashlight Korban |
|
|---|
| Raut Cemas Amelia Tungka Tak Bisa Disembunyikan Saat Megamall Manado Terbakar: Mereka Karyawan Mal |
|
|---|
| Saksi Mata Cerita Detik-detik Evakuasi Korban Kebakaran Megamall Manado: Wajah Hitam Pakai Kemeja |
|
|---|
| Daftar Nama Korban Meninggal dan Selamat dari Kebakaran Megamall Manado, Amelia: Mereka Karyawan Mal |
|
|---|
| Akibat Kebakaran, Megamall Manado Hentikan Operasional untuk Sementara Waktu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Komdan-Tende-oleh-masyarakat-Manado-menceritakan-situasi-saat-terjadinya-kebakaran-Megamall.jpg)