Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Haji 2026

Kisah Samsudin Pombode, Tukang Parkir di Manado Berhasil Naik Haji Tahun Ini

“Sudah 11 tahun persiapan, dari awal daftar sampai sekarang mau berangkat,” tuturnya ketika diwawancara beberapa waktu lalu.

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
JEMAAH HAJI - Jemaah haji asal Manado, Samsudin Pombode. Ia berprofesi sebagai tukang parkir dan berasal dari Kampung Ternate, Kecamatan Singkil. 

Ringkasan Berita:
  • Sehari-hari, ia hanyalah seorang tukang parkir yang berpindah-pindah lokasi di tengah kota. 
  • Perjalanan menuju haji bukan hal yang instan. 
  • Samsudin telah menanti selama lebih dari satu dekade.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Bagi warga Kota Manado, Sulawesi Utara nama Samsudin Pombode mungkin tak banyak dikenal. 

Ia bukan pejabat, bukan pula pengusaha besar. 

Sehari-hari, ia hanyalah seorang tukang parkir yang berpindah-pindah lokasi di tengah kota. 

Di balik pekerjaannya tersebut, tersimpan sebuah perjalanan panjang menuju impian besar: menunaikan ibadah haji.

Perjalanan itu bukanlah sesuatu yang instan. 

Samsudin telah menanti selama lebih dari satu dekade. 

Sejak pertama kali mendaftar pada 2014, ia harus bersabar menunggu antrean panjang yang menjadi bagian dari realitas calon jemaah haji di Indonesia. 

“Sudah 11 tahun persiapan, dari awal daftar sampai sekarang mau berangkat,” tuturnya ketika diwawancara beberapa waktu lalu.

Kesabaran itu berjalan beriringan dengan kerja keras. 

Setiap hari Samsudin mengais rezeki dari pekerjaan sebagai tukang parkir di pusat kota. 

BERANGKAT - Sebanyak 34 jemaah haji asal Provinsi Sulawesi Utara yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 BPN resmi diberangkatkan menuju Madinah, Selasa (6/5/2026) dini hari.
BERANGKAT - Sebanyak 34 jemaah haji asal Provinsi Sulawesi Utara yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 BPN resmi diberangkatkan menuju Madinah, Selasa (6/5/2026) dini hari. (Kemenhaj Sulut)

Tak ada penghasilan tetap, hanya mengandalkan pemberian dari pengendara yang datang dan pergi. 

Namun, dari penghasilan sederhana itulah ia menabung sedikit demi sedikit. 

Sebagian lainnya, ia akui, datang dari bantuan anak-anaknya.

“Sebagian dari pekerjaan, sebagian dari dibantu anak,” kata lelaki asal Kampung Ternate, Kecamatan Singkil, ini.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved