Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Buruh di Sulut

Anomali May Day di Manado, Lengang Tanpa Gerakan Aksi Buruh

Untuk pertama kali sepanjang sejarah May Day tanpa gerakan aksi buruh digelar di Manado. 

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Fernando_Lumowa
HARI BURUH - Jalan-jalan utama Kota Manado, Sulawesi Utara lengang di momen Hari Buruh (May Day), Jumat 1 Mei 2026. Anomali May Day di Manado. 
Ringkasan Berita:
  • Hari Buruh 1 Mei 2026 di Manado Sulawesi Utara mungkin bakal dikenang
  • Untuk pertama kali sepanjang sejarah May Day tanpa gerakan aksi buruh digelar di Manado
  • Sejumlah lokasi yang biasanya jadi titik aksi May Day seperti Zero Point, Lapangan Sparta Tikala, Monumen Patung Pierre Tendean dan Wolter Mongisidi, Jalan Pierre Tendean maupun Jalan 17 Bumi Beringin, semuanya lengang

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari Buruh 1 Mei 2026 di Manado Sulawesi Utara mungkin bakal dikenang. 

Untuk pertama kali sepanjang sejarah May Day tanpa gerakan aksi buruh digelar di Manado

Pantauan Tribunmanado.co.id, tidak ada aksi memperingati Hari Buruh. Tidak ada konsolidasi, kumpul massa buruh seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Sejumlah lokasi yang biasanya jadi titik aksi May Day seperti Zero Point, Lapangan Sparta Tikala, Monumen Patung Pierre Tendean dan Wolter Mongisidi, Jalan Pierre Tendean maupun Jalan 17 Bumi Beringin, semuanya lengang.

Tidak ada tanda-tanda bakal ada peringatan aksi buruh. 

Belakangan, setelah ditelusuri, May Day di Manado sepi karena peringatan Hari Buruh ditunda pada Senin 4 Mei 2026. 

Kegiatan aksi May Day yang sudah disiapkan dan bakal digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado ditunda. 

Pasalnya, sejumlah pimpinan serikat dan konfederasi buruh ramai-ramai terbang ke Jakarta. Mengikuti May Day Fiesta 2026 yang digelar di Monas, hari ini. 

Terkait itu, kaum pekerja di Manado merasa janggal atas fenomena ini. Sebagian heran karena 1 Mei di Manado adem ayem. 

"Heran juga sebab tidak ada May Day. Biasanya pasti ada demo. Apakah buruh sejahtera semua?" kata Alfian, pekerja freelance. 

Padahal, menurut dia, May Day jadi momentum untuk bersuara memperjuangkan hak-hak buruh. Khususnya terkait kondisi riil ekonomi saat ini yang semakin kompleks bagi pekerja. 

"Apalagi saat ini harga-harga bahan pokok, makanan, rata-rata naik. Beban harian pekerja meningkat," ujarnya lagi. 

Selain itu, isu-isu utama buruh yang selalu relevan seperti jaminan sosial, upah murah hingga kebijakan tenaga outsourcing yang masih jadi hantu bagi buruh di Indonesia. (ndo)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya. 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved