Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Harga Makanan Naik, Anak Kos di Manado Ubah Pola Konsumsi dan Gaya Hidup

“Kalau masak hitungannya masih lebih murah, apalagi di kos masih pakai gas melon. Jadi sekarang ke kantor lebih sering bawa bekal,”

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Fernando_Lumowa
PELAKU USAHA - Deretan rumah makan di pusat bisnis Kawasan Megamas Manado. Pelaku usaha kuliner terdampak langsung kenaikan harga LPG non subsidi dan bahan-bahan pokok. 
Ringkasan Berita:
  • Kondisi tersebut mendorong perubahan pola konsumsi hingga kebiasaan sehari-hari.
  • Hal itu demi menekan pengeluaran.
  • Anak kos di Manado mengaku harus menyesuaikan gaya hidupnya.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kenaikan harga bahan makanan belakangan ini mulai dirasakan berbagai kalangan, termasuk para anak kos yang selama ini bergantung pada makanan siap saji. 

Kenaikan harga ini merupakan dampak kenaikan sejumlah kebutuhan pokok seperti gas, bahan bakar minyak (BBM), hingga plastik.

Kondisi tersebut mendorong perubahan pola konsumsi hingga kebiasaan sehari-hari demi menekan pengeluaran.

Salah satu anak kos di Manado, Lala, mengaku harus menyesuaikan gaya hidupnya akibat lonjakan harga makanan

Ia yang sebelumnya lebih sering membeli makanan di luar, kini mulai beralih untuk memasak sendiri.

“Saya biasanya lebih sering beli karena kesibukan kerja. Masak cuma kalau ingin makanan tertentu. Tapi sekarang harga-harga semua pada naik, jadi saya mulai lebih sering masak,” ujar Lala, Rabu (29/4/2026).

Memasak sendiri dinilai lebih hemat dibandingkan membeli makanan jadi, terutama karena masih menggunakan gas bersubsidi di tempat kosnya. 

PELAKU USAHA - Deretan rumah makan di pusat bisnis Kawasan Megamas Manado. Pelaku usaha kuliner terdampak langsung kenaikan harga LPG non subsidi dan bahan-bahan pokok.
PELAKU USAHA - Deretan rumah makan di pusat bisnis Kawasan Megamas Manado. Pelaku usaha kuliner terdampak langsung kenaikan harga LPG non subsidi dan bahan-bahan pokok. (Tribun Manado/Fernando_Lumowa)

Selain itu, ia juga mulai membawa bekal ke kantor untuk mengurangi pengeluaran harian.

“Kalau masak hitungannya masih lebih murah, apalagi di kos masih pakai gas melon. Jadi sekarang ke kantor lebih sering bawa bekal,” tambahnya.

Meski demikian, perubahan tersebut menuntut penyesuaian dalam manajemen waktu. 

Lala harus mengatur jadwal di tengah kesibukan kerja agar tetap bisa menyiapkan makanan sendiri.

“Jadinya ya harus lebih belajar memanajemen waktu supaya bisa lebih sering masak,” katanya.

Di sisi lain, ia mengaku ada keuntungan lain dari kebiasaan baru tersebut, yakni bisa menyesuaikan rasa makanan sesuai selera pribadi.

Baca juga: Siti Nurbaya Abad 21

Baca juga: Populer Sulut: Sabut Kelapa Kapitu Tembus Pasar Internasional, 3 Calon PMI Ilegal Dicegat Aparat

“Lebih enak juga karena rasa masakannya sesuai dengan lidah kita,” ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved