Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cewek Manado

Kisah Christine Imelda Messakh, Cewek Manado yang Sukses Dirikan Kafe dari Hobi Nongkrong

Christine Imelda Messakh merupakan pemilik kafe di Manado. Ia telah membuka dua cabang kafe.

Tayang:
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Yeshinta Sumampouw
Dok. Pribadi/Christine Imelda Messakh
CEWEK MANADO - Christine Imelda Messakh, pemilik kafe di Manado. Saat ini, ia telah membuka dua cabang kafe, masing-masing berlokasi di Sario dan Taman Godbless. 

Ringkasan Berita:
  • Christine Imelda Messakh merupakan pemilik kafe di Manado.
  • Saat ini, ia telah membuka dua cabang kafe, masing-masing berlokasi di Sario dan Taman Godbless.
  • Ide bisnis kafe tersebut berawal dari hobinya, yaitu nongkrong.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berawal dari hobi nongkrong, Christine Imelda Messakh kini sukses membangun usaha kafe miliknya sendiri di Manado, Sulawesi Utara.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi anak muda yang ingin memulai bisnis dari hal sederhana yang mereka sukai.

Christine mengaku, kecintaannya terhadap suasana kafe sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir.

Ia sering mengunjungi berbagai tempat nongkrong, baik untuk bersantai maupun bekerja. 

Dari kebiasaan itu, ia mulai memperhatikan konsep, pelayanan, hingga menu yang ditawarkan di setiap kafe.

“Dari situ saya mulai belajar, kira-kira kafe seperti apa yang nyaman dan disukai anak muda saat ini,” ujarnya.

Berbekal pengalaman tersebut, Christine kemudian memberanikan diri untuk memulai usaha sendiri. 

Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, mulai dari modal hingga persaingan bisnis, cewek kelahiran Manado, 13  Desember 1993 ini tetap konsisten menjalankan konsep yang telah dirancang.

Kafe milik Christine mengusung konsep santai dengan suasana yang nyaman, menyasar kalangan anak muda hingga pekerja yang membutuhkan tempat berkumpul maupun bekerja. 

Dia juga memperhatikan kualitas produk, mulai dari kopi hingga makanan ringan yang disajikan.

“Saat ini sudah ada dua cabang satu di Sario dan satu di taman Godbless yang selalu ramai tempat berkumpul anak muda,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu yang membuat kafenya ramai karena ia aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. 

Strategi ini dinilai efektif dalam menarik perhatian pelanggan, khususnya generasi muda di Manado.

Baginya, perjalanan bisnis tentu tidak selalu mulus. Terutama di awal membuka usaha.

Namun, hal tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved