Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Torang Kanal 

Sosok Sean Maengkom, Mahasiswa Unsrat Manado, Ajak Generasi Muda Terjun ke Dunia Pertanian

Di tengah tren anak muda yang lebih memilih pekerjaan kantoran, Sean Matthew Roy Maengkom justru tampil dengan pandangan berbeda. 

Dok. Pribadi/Sean Maengkom
TORANG KANAL - Sean Matthew Roy Maengkom, mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Unsrat Manado, mengajak generasi muda untuk menurunkan gengsi dan mulai melirik sektor pertanian sebagai kunci masa depan. 

Ringkasan Berita:
  • Sean Matthew Roy Maengkom merupakan mahasiswa Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Unsrat Manado.
  • Sean mengajak anak muda Sulut untuk meninggalkan gengsi dan berani terjun ke dunia pertanian.
  • Ia menilai, pertanian penting untuk ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

TRIBUNMANADO.CO.ID – Di tengah tren anak muda yang lebih memilih pekerjaan kantoran, Sean Matthew Roy Maengkom justru tampil dengan pandangan berbeda. 

Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini mengajak generasi muda untuk menurunkan gengsi dan mulai melirik sektor pertanian sebagai kunci masa depan.

Lahir di Tondano, 24 Januari 2007, Sean mengaku awalnya memiliki stigma yang sama seperti kebanyakan anak muda.

Ia menganggap kuliah di Fakultas Pertanian akan berakhir hanya di ladang. 

Namun, pemikirannya berubah setelah ia benar-benar menjalani proses perkuliahan.

“Awalnya saya pikir jadi mahasiswa pertanian itu ujung-ujungnya cuma di kebun. Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Ada proses ilmiah, uji laboratorium, sampai pengembangan tanaman yang layak dikonsumsi masyarakat,” ujarnya saat diwawancara di area kampus Pertanian Unsrat pada Rabu (22/4/2026)

Menurut Sean, sektor pertanian memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. 

Ia menyoroti pentingnya konsumsi pangan yang terverifikasi dan aman, apalagi di tengah berbagai isu kesehatan seperti stunting.

Ia juga mengapresiasi program pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) yang dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Ketahanan pangan itu bukan cuma soal ketersediaan makanan, tapi juga soal kualitas dan keamanan pangan itu sendiri,” katanya.

Lebih jauh, Sean menegaskan bahwa tanpa petani, kehidupan manusia tidak akan berjalan normal. 

Karena itu, ia menilai sudah saatnya generasi muda mengubah pola pikir dan tidak lagi memandang rendah profesi di sektor pertanian.

“Kalau tidak ada petani, kita mau makan apa? Apa yang kita tanam itu bisa menghidupi banyak orang. Itu justru sebuah kebanggaan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung fenomena gengsi di kalangan anak muda yang enggan terjun langsung ke lapangan. 

Padahal, menurut Putra Fakultas Pertanian Unsrat 2025 ini, keberhasilan tidak selalu harus diukur dari pekerjaan formal di kantor.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved