Torang Kanal
Mahasiswi Asal Manado Fransisca Karundeng Sebut Pentingnya Ketahanan Pangan Bagi Generasi Muda
Ketahanan pangan menjadi isu yang semakin penting, terutama di tengah kondisi nasional yang dinilai belum stabil.
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Chintya Rantung
Ringkasan Berita:
- Ketahanan pangan menjadi isu yang semakin penting, terutama di tengah kondisi nasional yang dinilai belum stabil
- Hal tersebut disampaikan oleh mahasiswi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Fransisca Aurora Cornellya Karundeng
- Menurut Aurora, ketahanan pangan memiliki peran besar dalam menjaga kualitas generasi mendatang, khususnya di Sulawesi Utara
TRIBUNMANADO.CO.ID – Ketahanan pangan menjadi isu yang semakin penting, terutama di tengah kondisi nasional yang dinilai belum stabil.
Hal tersebut disampaikan oleh mahasiswi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Fransisca Aurora Cornellya Karundeng, saat diwawancarai di Gedung Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat, Senin (20/4/2026) sore.
Menurut Aurora, ketahanan pangan memiliki peran besar dalam menjaga kualitas generasi mendatang, khususnya di Sulawesi Utara (Sulut).
Wakil I Putri Fakultas Pertanian 2025 ini menyoroti masih adanya masalah gizi di masyarakat, khususnya pada ibu hamil, yang berdampak pada tingginya angka stunting pada anak.
“Saya sering lihat di berita, masih banyak ibu hamil yang kekurangan gizi, sehingga anak yang lahir mengalami stunting. Itu salah satu alasan kenapa ketahanan pangan sangat penting,” ujarnya.
Cewek kelahiran Manado 13 Juli 2006 ini menambahkan, ketersediaan pangan yang cukup dan bergizi menjadi kunci dalam membangun generasi muda yang sehat dan berkualitas.
Oleh karena itu, perhatian terhadap sektor pangan tidak boleh dianggap remeh.
Aurora juga menyinggung pandangan sebagian anak muda yang masih menganggap rendah bidang pertanian.
Menurutnya, persepsi tersebut muncul karena kurangnya pemahaman tentang dunia pertanian itu sendiri.
“Banyak yang berpikir kalau masuk pertanian itu hanya belajar bertani secara tradisional. Padahal, saya sendiri di jurusan Teknologi Pertanian lebih banyak belajar bagaimana mengolah hasil pertanian menjadi produk pangan,” jelasnya.
Ia mengakui sempat memiliki pandangan serupa sebelum akhirnya memilih masuk Fakultas Pertanian.
Namun setelah menjalani perkuliahan, ia menyadari bahwa bidang ini memiliki cakupan yang luas dan peluang yang besar.
Aurora pun mengajak generasi muda untuk tidak terburu-buru menilai suatu bidang tanpa mencari tahu lebih dalam.
“Lebih baik cari tahu dulu apa yang dipelajari. Jangan takut mencoba hal baru, termasuk di bidang pertanian. Karena tanpa pangan, kita tidak bisa hidup,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa keputusannya memilih Fakultas Pertanian didasari keinginan untuk mencoba hal baru dan memahami lebih jauh peran penting sektor tersebut. (Pet)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Sosok Novia Anita Lumataw Cewek Manado yang Bercita-cita Bekerja Sebagai HRD di Perusahaan |
|
|---|
| Mahasiswi Asal Manado Christania Wowor Bagikan Tips Hadapi Dunia Perkuliahan: Berdoa dan Bersyukur |
|
|---|
| Andhita Sondakh Maknai Kasih Yesus dalam Selebrasi Paskah Pemuda GMIM, Perankan Maria Magdalena |
|
|---|
| Sosok Febrika Luna Bata, Gadis Asal Bolmut Bercita-cita Menjadi Dokter Untuk Menolong Orang Lain |
|
|---|
| Profil Juwita Grace Tuegeh: Dari Putri Pariwisata Minahasa Utara Menjadi Guru Inspiratif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/TONAL-Cewek-asal-Manado-Fransisca-Aurorakihjkhjk98khjk.jpg)