Manado Sulawei Utara
Orang Tua Siswa di Manado Sulawesi Utara Dukung Program Pembatasan Bermedia Sosial
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital saat ini.
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Ventrico Nonutu
Ringkasan Berita:
- Dukungan terhadap program pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial di kalangan anak dan remaja.
- Banyak orang tua menilai bahwa anak-anak kini terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar.
- Pemerintah mendorong kerja sama antara sekolah dan orang tua untuk memastikan kebijakan berjalan efektif.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah orang tua siswa di Kota Manado, Sulawesi Utara, menyatakan dukungan terhadap program pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial di kalangan anak dan remaja.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital saat ini.
Dukungan tersebut muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya penggunaan media sosial yang tidak terkontrol, terutama di kalangan pelajar di Kota Manado.
Banyak orang tua menilai bahwa anak-anak kini terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar, yang berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, kesehatan mental, serta interaksi sosial di dunia nyata.
“Sebagai orang tua, kami merasa kebijakan ini sangat membantu. Anak-anak sekarang sulit lepas dari ponsel. Dengan adanya pembatasan, kami berharap mereka bisa lebih fokus belajar,” ujar Aprlita salah satu orang tua siswa, saat diwawancarai Tribun Manado, di Kecamatan Tuminting, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, program pembatasan harus disertai dengan edukasi literasi digital, serta pengawasan yang lebih ketat baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Pemerintah juga mendorong kerja sama antara sekolah dan orang tua untuk memastikan kebijakan berjalan efektif.
“Kita orang tua siap bekerja sama karena ini untuk kebaikan kita bersama,”ungkapnya.
Senada, Merry salah satu orang tua siswa mengaku mendukung program dari pemerintah ini.
“Karena ponsel menjadi salah satu masalah kami para orang tua apalagi anak-anak sudah kecanduan,” ungkapnya.
Namun demikian, ia juga berharap agar kebijakan ini diimbangi dengan pendekatan edukatif, bukan sekadar pembatasan.
“Anak-anak juga perlu diajarkan bagaimana menggunakan media sosial secara bijak, bukan hanya dilarang,” pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Fer)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Sosok AAL, Oknum Pala di Manado Ditangkap Polisi, Diduga Jadi Pengedar Narkoba |
|
|---|
| Bukan Sekadar Lari Pagi, KONI Manado Hadirkan Cek Kesehatan Gratis Tiap Akhir Pekan |
|
|---|
| Tiga Fakta Penangkapan Pelaku Panah Wayer di Singkil Manado: Kaki Kena Timah Panas |
|
|---|
| Identitas Penumpang KM Mercy Teratai yang Lompat ke Laut Sebelum Sandar di Manado |
|
|---|
| Buat Konten Provokasi Terkait Keributan di Pasar Karombasan Manado, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/PEMBATASAN-Foto-ilustrasi-bermedia-sosial-asgs.jpg)