Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkot Manado

Andrei Angouw dan Richard Sualang Pasiar Lebaran, Kunjungi Warga Manado Beragama Muslim

Walikota Manado Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang pasiar lebaran, Sabtu (21/3/2026). 

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Glendi Manengal
Kominfo Manado
PESIAR - Andrei Angouw dan Richard Sualang saat berkunjung ke rumah warga yang merayakan hari raya Idul Fitri, Sabtu (21/3/2026). Keduanya mengenakan kopiah hitam, Andrei mengenakan kemeja berwarna hijau, sedang Richard memakai batik berwarna dominan merah. 

Di momen Idul Fitri, sejumlah tradisi umat Muslim mencuat dan dirayakan semua warga Manado. 

Berikut tiga tradisi umat Muslim Manado saat lebaran. 

Baca juga: Gempa Bumi Terkini di Banten Minggu 22 Maret 2026, Berikut Info BMKG Magnitudo dan Lokasi

1. Tradisi Iwadh

Kampung Arab Manado, provinsi Sulawesi Utara (Sulut) punya tradisi lebaran unik.

Namanya Iwadh. Iwadh merupakan tradisi unik yang dipercaya ada sejak awal kemerdekaan Indonesia.

Pada lebaran tahun 2026, Iwadh kembali digelar. Iwadh digelar pada hari kedua Idul Fitri

Amatan Tribun manado, Minggu (22/3/2026), kampung Arab dipadati warga. 

Kerumunan ada di mana mana. Warga kampung Arab berbaur dengan para tetamu. 

Iwadh dilakukan dengan mengunjungi setiap rumah dengan musik hadroh. 

Tuan rumah akan didoakan. 

Setelah itu, pelaku Iwadh diajak makan. 

Sebanyak ratusan rumah akan dikunjungi peserta Iwadh. 

Makna Iwadh adalah saling berkunjung untuk silaturahmi dan saling memaafkan.

Iwadh selama ini jadi ajang silaturahmi antara turunan Arab di Manado.

Lebih jauh lagi, Iwadh menjadi ajang silatirahmi dengan pemerintah.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved