GPdI Sulawesi Utara
Pendeta Yusak Lowongan: Ketaatan kepada Tuhan Membuka Jalan Pemeliharaan-Nya
Firman Tuhan tentang pentingnya hidup dalam ketaatan kepada Tuhan disampaikan Pendeta Yusak Lowongan.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Dewangga Ardhiananta
Ringkasan Berita:
- Firman Tuhan tentang pentingnya hidup dalam ketaatan kepada Tuhan disampaikan Pendeta Yusak Lowongan
- Pendeta Yusak mengangkat firman Tuhan dari 1 Raja-raja 17:6
- Ibadah Raya Minggu di GPdI Narwastu Mahakeret berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita
TRIBUNMANADO.CO.ID - Firman Tuhan tentang pentingnya hidup dalam ketaatan kepada Tuhan disampaikan Pendeta Yusak Lowongan, S.Th dalam Ibadah Raya Minggu, (15/3/2026) di GPdI Narwastu Mahakeret, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Dalam khotbahnya, Pendeta Yusak mengangkat firman Tuhan dari 1 Raja-raja 17:6 yang berbunyi: “Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.”
Ayat ini mengisahkan tentang pemeliharaan Tuhan kepada nabi Elia ketika terjadi kekeringan besar di Israel.
Pada masa itu, Tuhan memerintahkan Elia pergi dan bersembunyi di tepi sungai Kerit.
Di tempat itulah Tuhan menunjukkan kuasa dan pemeliharaan-Nya dengan cara yang tidak biasa.
Pendeta Yusak menjelaskan bahwa ketaatan Elia kepada perintah Tuhan menjadi kunci utama sehingga ia mengalami pemeliharaan Tuhan secara nyata.
“Elia tidak mempertanyakan perintah Tuhan. Ketika Tuhan menyuruhnya pergi ke sungai Kerit, ia langsung taat. Justru di tempat yang terpencil itu Tuhan menyediakan makanan melalui burung gagak,” ujarnya.
Menurutnya, kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan mampu memakai berbagai cara yang sering kali tidak terpikirkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan umat-Nya.
“Secara logika manusia, burung gagak adalah burung pemakan daging dan tidak mungkin memberi makan manusia. Tetapi ketika Tuhan yang memerintahkan, maka segala sesuatu dapat terjadi,” jelasnya.
Pendeta Yusak menegaskan bahwa ketaatan kepada firman Tuhan sering kali menuntut iman yang kuat. Terkadang manusia dihadapkan pada situasi yang sulit dipahami, namun Tuhan tetap bekerja bagi mereka yang percaya dan taat kepada-Nya.
"Tetapi firman Tuhan mengajarkan bahwa kita harus percaya dan taat terlebih dahulu, maka kita akan melihat pekerjaan Tuhan dalam hidup kita,” katanya.
Ia juga mengingatkan jemaat bahwa dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang percaya yang menghadapi tantangan, kesulitan ekonomi, masalah keluarga, maupun pergumulan lainnya.
Namun firman Tuhan memberikan pengharapan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
“Ketika kita hidup taat kepada Tuhan, Tuhan pasti memelihara hidup kita. Pemeliharaan Tuhan bisa datang dari mana saja dan melalui siapa saja,” ucapnya.
Pendeta Yusak menambahkan bahwa ketaatan kepada Tuhan tidak hanya sebatas mendengar firman, tetapi juga melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Pendeta-Yusak-mengangkat-firman-Tuhan-dari-1-Raja-raja-176.jpg)