Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

GMIM

Minggu Sengsara IV di GMIM Imanuel Bahu Manado, Jemaat Diminta Berjaga-jaga dan Berdoa

Minggu Sengsara adalah masa di mana umat Kristen merenungi dan menghayati karya penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus.

Tribun Manado/Fernando_Lumowa
IBADAH - Umat Kristen memasuki Minggu Sengsara IV mulai Minggu 15 Maret 2026. Ibadah Minggu Sengsara IV GMIM Imanuel Bahu sesi kedua dipimpin khadim Pdt Lidya Waluyan-Palakuak MTh, Minggu 15 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMANADO.CO.ID - Umat Kristen memasuki Minggu Sengsara IV mulai Minggu 15 Maret 2026.

Minggu Sengsara adalah masa di mana umat Kristen merenungi dan menghayati karya penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus, anak domba agung, yang puncaknya pada Jumat Agung dan Paskah.

Pada Minggu Sengsara IV ini, warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) diajak menghayati lewat pembacaan Alkitab dari Markus 14:32-42 dengan judul perikop: Di Taman Getsemani. 

Tema perenungan Minggu Sengsara IV ini, 'Berjaga-jagalah dan Berdoalah Supaya Kamu Jangan Jatuh ke Dalam Pencobaan'

Ayat-ayat ini menceritakan pergumulan batin Yesus yang mendekati waktu penangkapannya. 

Dalam kisah ini, Yesus meminta ketiga muridnya, Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk berjaga-jaga dan berdoa.

Meskipun, kendati Yesus tiga kali meminta tapi mereka tetap terlelap, menyerah karena kelelahan fisik. 

Pdt Lidya Waluyan-Palakuak MTh yang menjadi khadim ibadah Minggu 15 Maret sesi kedua (mulai pukul 09.00 WITA) mengungkapkan, tantangan orang Kristen di era post-modern ini kompleks dan beragam. 

Iman Kristen kerap diuji oleh kemudahan, kemajuan dan kenyamanan yang ditawarkan ilmu pengetahuan teknologi. 

Jemaat begitu mudah digoda oleh rupa-rupa tantangan duniawi.

Saratnya pergumulan hidup tak boleh menyurutkan iman percaya. 

"Doa tidak selalu menghentikan badai hidup tapi doa memampukan kita melewati badai," kata Pdt Lidya yang dalam waktu dekat melayani sebagai Pendeta Pelayanan di GMIM Bethesda Ranotana Wilayah Manado Selatan. 

Ia mengajak jemaat bertekun dan jangan pernah menyangsikan kuasa Tuhan.

Jemaat harus dewasa iman. 

"Jawaban doa adalah otoritas Tuhan. Doa itu sesuai Kairos, waktunya Tuhan. Jangan karena doa belum terjawab, torang kecewa, so maraju, apale so sampe nimau beribadah," katanya. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved