Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado

Napak Tilas Jejak Diponegoro di Manado, Dihadiri Ketum Putra Putri Literasi Sulut Standius Prima

Puluhan warga Sulawesi Utara terlihat antusias mengikuti kegiatan tapak tilas jejak Pangeran Diponegoro di Kota Manado, Jumat (13/3/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Ferdi Guhuhuku
SEJARAH - Puluhan warga Sulawesi Utara terlihat antusias mengikuti kegiatan tapak tilas jejak Pangeran Diponegoro di Kota Manado, Jumat (13/3/2026). Warga Sulut yang terdiri dari putri-putri Literasi Sulut dan masyarakat umum ini pergi ke beberapa titik yang pernah di datangi Diponegoro. 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan warga Sulawesi Utara terlihat antusias mengikuti kegiatan tapak tilas jejak Pangeran Diponegoro di Kota Manado, Jumat (13/3/2026).
  • Warga Sulut yang terdiri dari putri-putri Literasi Sulut dan masyarakat umum ini pergi ke beberapa titik yang pernah di datangi Diponegoro.
  • Dengan rute kampung pondok blakang Gramedia, lanjut ke bekas benteng Fort New Amsterdam yang berada di Gedung Joang, lanjut ke eks kantor BI lama sekitaran Pelabuhan Manado lama, kemudian berakhir di Kampung Islam.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan warga Sulawesi Utara terlihat antusias mengikuti kegiatan tapak tilas jejak Pangeran Diponegoro di Kota Manado, Jumat (13/3/2026).

Warga Sulut yang terdiri dari putri-putri Literasi Sulut dan masyarakat umum ini pergi ke beberapa titik yang pernah di datangi Diponegoro.

Dengan rute kampung pondok belakang Gramedia, lanjut ke bekas benteng Fort New Amsterdam yang berada di Gedung Joang, lanjut ke eks kantor BI lama sekitaran Pelabuhan Manado lama, kemudian berakhir di Kampung Islam.

Kegiatan yang luar biasa ini diinisiasi oleh Ketua Umum Putra Putri Literasi Provinsi Sulawesi Utara Standius Bara Prima, M. I. Kom.

Bara dalam sambutannya di sela-sela buka puasa di jalan roda Manado mengatakan kegiatan dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari buku Karya Reiner Emot Ointoe Manado 1830, kisah pangeran Diponegoro di Manado.

"Kegiatan yang sarat nilai sejarah ini menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan salah satu pahlawan nasional Indonesia, yaitu Diponegoro.

Kegiatan tapak tilas tersebut diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari generasi muda, pegiat sejarah, komunitas literasi hingga tokoh masyarakat," ujar Bara 

Bara mengatakan peserta yang mendaftar dalam kegiatan ini menyusuri sejumlah titik bersejarah yang berkaitan dengan jejak Diponegoro di Manado pada masa itu.

"Kegiatan tapak tilas seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap sejarah bangsa.

Kegiatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami perjuangan para pahlawan. Kita harus terus menjaga semangat perjuangan yang telah diwariskan oleh Pangeran Diponegoro,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat perjalanan hidup Diponegoro.

"Jadi kegiatan ini sangat penting agar kita memahami sejarah," ungkapnya.

Selain berjalan menyusuri lokasi bersejarah, para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tapak tilas sejarah Diponegoro serta pengaruhnya terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu peserta mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru tentang sejarah yang selama ini hanya diketahui melalui buku pelajaran.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved