Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2026

Kisah Hadijah, Buat 1000 Roti Kukus Per Hari saat Bulan Ramadan, Kuliner Khas Kampung Arab di Manado

Menurut cerita warga, roti tersebut adalah warisan dari para saudagar Arab yang mendatangi Manado beberapa abad lalu. 

|
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado/Arthur_Rompis
KISAH - Hadijah, pembuat roti kukus di Kampung Arab Manado, Senin (2/3/2026). Ini roti unik karena hanya ada di Kampung Arab dan hanya ada sekali setahun, yakni di bulan Ramadhan.  
Ringkasan Berita:
  • Kota Manado memiliki kuliner khas Ramadhan, roti kukus dari Kampung Arab, yang hanya muncul sekali setahun dan menjadi tradisi wajib saat buka puasa.
  • Roti kukus merupakan warisan saudagar Arab dengan sentuhan lokal, termasuk penggunaan ikan cakalang sebagai penyedap.
  • Produksi roti kukus dilakukan oleh pengrajin lokal seperti Hadijah, yang bisa membuat hingga 1.000 roti per hari untuk pasar Kampung Arab dan takjil di masjid, menjaga tradisi tetap hidup sejak 1991.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Manado punya kuliner lebaran yang khas.

Namanya roti kukus.

Roti tersebut berasal dari Kampung Arab Manado.

Ini roti unik karena hanya ada di Kampung Arab dan hanya ada sekali setahun, yakni di bulan Ramadhan. 

Baca juga: Ada Promo Spesial di Grand Whiz Megamas Manado, Ramadan Lebih Hangat dan Nyaman

Menurut cerita warga, roti tersebut adalah warisan dari para saudagar Arab yang mendatangi Manado beberapa abad lalu. 

Dalam perkembangannya, roti tersebut telah menyerap rasa lokal dengan turutnya ikan cakalang sebagai bumbu penyedap rasa. 

Hingga kini menyantap roti kukus menjadi tradisi dari warga Kampung Arab setiap buka puasa. 

Kue tersebut wajib ada di meja berbuka. 

Tribun manado menelusuri pembuat roti kukus di Kampung Arab, Kelurahan Istiqlal di Kecamatan Wenang, Senin (2/3/2026).

Ada yang membuat roti itu untuk keluarga.

Tapi ada yang membuatnya untuk dijual. 

Salah satunya Hadijah.

Ia bisa dibilang maestro penjual roti kukus.

Dalam sehari ia dapat memproduksi 1000 roti kukus.

"Ini untuk pasar di seputaran kampung Arab dan menu takjil di Mesjid," kata dia. 

Untuk membuat roti sebanyak itu, ia dibantu dua pekerja serta anak anaknya. 

Sebut dia, roti kukus memang laris manis di bulan Ramadhan. 

Banyak yang mencari 

hingga cepat ludes. 

"Banyak yang cari," katanya. 

Hadiah mulai membuat kue tersebut sejak 1991.

Awalnya hanya ingin mengisi waktu. 

"Saya dapat resep ini dari seorang teman," katanya. 

Tak disangka, menu itu laris manis. 

Ia pun terus membuat roti kukus di bulan Ramadhan dan selebihnya sejarah. 

Bagi dia, membuat roti kukus bukan hanya rasa, tapi juga merawat tradisi. (Art) 

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved