Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liputan UMKM

UMKM Kingsa Boba: Minuman Kekinian dengan Harga Terjangkau di Manado

“Awalnya ini punya tante. Karena beliau sudah bekerja di luar dan tidak ada yang melanjutkan, akhirnya saya ambil alih untuk menjaga usaha ini,”

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
LIPUTAN UMKM - Booth Kingsa Boba di Kampus C Poltekkes Kemenkes, Jalan Manguni Raya, Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Boothnya ada di area Kampus C Poltekkes Kemenkes Manado.
  • Kingsa Boba awalnya dirintis oleh tantenya pada tahun 2024. 
  • Kini Wianda ambil alih sendirian.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Sibuk kuliah tak menghalangi Wianda Astia Rahman (20) cari cuan.

Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado ini menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kingsa Boba.

Boothnya ada di area Kampus C Poltekkes Kemenkes, Jalan Manguni Raya, Kelurahan Malendeng, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Wianda menuturkan, usaha Kingsa Boba awalnya dirintis oleh tantenya pada tahun 2024 di Alfamidi Perkamil. 

“Awalnya ini punya tante. Karena beliau sudah bekerja di luar dan tidak ada yang melanjutkan, akhirnya saya ambil alih untuk menjaga usaha ini,” ujar Wianda, Minggu (8/2/2026).

Pada Oktober 2025, Kingsa Boba pindah ke area Kampus C Poltekkes Kemenkes Manado.

Sejak saat itu, sebagian besar konsumennya berasal dari kalangan mahasiswa Poltekkes dan IAIN Manado.

Dalam sehari, penjualan Kingsa Boba rata-rata mencapai sekitar 10 gelas, terutama saat cuaca sangat panas. 

Menurut Wianda, faktor cuaca sangat mepengaruhi jumlah pembeli.

“Kalau cuaca panas biasanya lebih ramai. Tapi kalau hujan, biasanya sepi,” jelasnya.

LIPUTAN UMKM - Owner Kingsa Boba, Wianda Astia Rahman. Boothnya ada di
LIPUTAN UMKM - Owner Kingsa Boba, Wianda Astia Rahman. Boothnya ada di Kampus C Poltekkes Kemenkes, Jalan Manguni Raya, Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Selain cuaca, aktivitas akademik juga berpengaruh besar terhadap pendapatan. 

Saat mahasiswa memasuki masa libur, penjualan cenderung menurun drastis.

“Kalau kampus libur otomatis sepi, karena kebanyakan pembeli itu mahasiswa,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Wianda tetap berusaha menjalankan usahanya secara mandiri sambil menjalani perkuliahan dan program praktik kerja lapangan (PPL). 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved