Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

DPRD Sulut

Royke Anter dan Amir Liputo Terima Aspirasi Sopir Angkot soal Bus Trans Manado

Aksi damai sopir angkot berlangsung di halaman kantor DPRD Sulawesi Utara, Jalan Raya Manado-Bitung, Kamis 29 Januari 2026 siang. 

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Tribun Manado/Fernando Lumowa
TERIMA ASPIRASI - Royke Anter dan Amir Liputo, dua legislator DPRD Sulut menerima aspirasi sopir angkot Manado, Kamis 29 Januari 2026. Para sopir kembali menyuarakan penolakan mereka terhadap beroperasinya Bus Buy The Servis (BTS) atau Bus Trans Manado.  

 
 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan sopir angkot dari berbagai trayek di Manado menggelar aksi damai di kantor DPRD Sulawesi Utara, Kamis (29/1/2026).
  • Para sopir mengeluhkan penurunan pendapatan sejak Bus Trans Manado beroperasi.
  • Aspirasi sopir diterima Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter dan Amir Liputo, bersama anggota DPRD H Ruslan Abdulgani.

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - DPRD Sulawesi Utara (Sulut) menerima aspirasi puluhan sopir angkutan kota (angkot) Manado. 

Aksi damai sopir angkot berlangsung di halaman kantor DPRD Sulawesi Utara, Jalan Raya Manado-Bitung, Kamis 29 Januari 2026 siang. 

Jarak kantor DPRD Sulut ke pusat kota Manado pasar 45, yakni 6,8 km yang bisa ditempuh dengan 16 menit menggunakan kendaraan bermotor lewat Jl. Yos Sudarso.

Para sopir ini diterima Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter dan Amir Liputo.

Keduanya merupakan politisi asal Kota Manado. Selain itu, H Ruslan Abdulgani asal Bitung. 

Para sopir kembali menyuarakan penolakan mereka terhadap beroperasinya Bus Buy The Servis (BTS) atau Bus Trans Manado. 

Para sopir ini berasal dari Trayek Paal Dua, Malalayang, Perkamil, Kairagi, Wanea, Banjer serta Lapangan. 

Mereka membawa spanduk berisi seruan meminta kepada pemerintah kota agar segera menghentikan operasional Bis Trans. 

Perwakilan pendemo, Makarius meminta pemerintah supaya meninjau kembali beroperasinya BTS yang dinilai mengurangi pendapatan sopir mikrolet.

"Khususnya di jalur-jalur yang dilintasi bis tersebut. Permintaan kami untuk sementara tolong dihentikan operasionalnya," ujar Makarius.

Menurut dia, sejak BTS beroperasi, penghasilan para sopir turun jauh.

"Kalau sebelumnya per hari mampu meraup Rp 300-400 ribu, sekarang tinggal Rp 250 ribu," ungkapnya.

Menanggapi keluhan para sopir, Royke Anter dan Amir Liputo menyatakan, DPRD Sulawesi Utara 

Selain berdemo di DPRD Sulut, para sopir juga melakukan aksi di seputaran tugu Zero Point.

Menanggapi keluhan sopir, Amir Liputo mengatakan, semua masyarakat punya hak yang sama. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved