RS Kandou
Penjelasan Dirut RS Kandou Manado terkait Phalloplasty yang Sukses Terhadap 2 Pasien
Masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu tindakan phalloplasty yang baru saja dilakukan oleh RSUP Prof Kandou.
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu tindakan phalloplasty.
- Banyak yang mengirah tindakan ini merupakan operasi ganti kelamin seperti yang dilakukan di beberapa negara.
- Padahal Phalloplasty merupakan prosedur bedah rekonstruktif untuk membentuk penis baru
TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu tindakan phalloplasty yang baru saja dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Sulawesi Utara, terhadap dua orang pria.
Banyak yang mengirah tindakan ini merupakan operasi ganti kelamin seperti yang dilakukan di beberapa negara.
Padahal Phalloplasty merupakan prosedur bedah rekonstruktif untuk membentuk penis baru setelah kehilangan organ genital akibat trauma, kanker, atau kondisi kongenital.
Teknik ini tidak hanya mengejar fungsi berkemih, tetapi juga fungsi seksual dan aspek psikologis pasien.
Dalam hal ini RSUP Prof Kandou Manado baru saja mencatat sejarah baru dalam dunia bedah urologi Indonesia.
Untuk pertama kalinya, rumah sakit yang sangat maju di Sulut ini melakukan tindakan phalloplasty atau rekonstruksi penis pada dua pria berinisial KT (50) dan SM (52) yang sebelumnya menjalani pengangkatan total penis akibat tumor.
Tindakan bedah prosedur uretroplasty dan URS RGP bilateral ini dilakukan pada, Jumat (09/01/2026) di Instalasi Bedah Sentral (IBS).
Operasi dipimpin langsung oleh oleh dr. Eko Arianto, Sp.U, dari Divisi Urologi RSUP Kandou, dan dilakukan secara kolaboratif bersama tim urologi RS Hasan Sadikin Bandung yaitu dr. Rahmad Mustafa, Sp.U, dan dr. Vicky Ferdian, Sp.U, serta tim dokter RSUP Kandou lainnya.
Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, mengatakan kedua pasien memiliki riwayat tumor penis dan telah menjalani penektomi total sebelumnya.
"Secara onkologis, pasien sudah sehat. Namun secara psikologis, seorang laki-laki kehilangan alat kelamin tentu sangat terpengaruh.
Tim urologi memastikan kondisi onkologis pasien telah bebas tumor (tumor-free) melalui pemeriksaan berkala selama dua tahun sebelum dilakukan rekonstruksi," ujar Starry via telepon whatsapp, Senin (19/1/2026).
Dirut Starry menjelaskan tahap rekonstruksi penis prosedur phalloplasty dilakukan melalui beberapa tahap yakni, pembuatan batang penis (phallus) menggunakan flap jaringan dari dinding perut untuk membentuk struktur penis baru.
Setelah itu rekonstruksi uretra (uretroplasty) dilakukan enam bulan kemudian, untuk memastikan penis dapat berfungsi dalam sistem berkemih.
Tahap selanjutnya pemasangan implan penis (penile implant) untuk mendukung fungsi ereksi, teknik ini menggunakan material titanium.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/RSUP-PROF-KANDOU-Direktur-Utama-RSUP-Kandou-Manado-Prof-Dr-dr-Starry-Rampengan8989.jpg)