Keracunan Makanan di Manado
Daftar 9 Saksi yang Diperiksa Polisi Kasus Keracunan Massal di GMS Manado: Pendeta hingga Panitia
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa sembilan orang saksi.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 94 jemaat GMS Manado diduga mengalami keracunan makanan usai mengikuti kegiatan gereja dan dirawat di beberapa rumah sakit di Manado.
- Polresta Manado melakukan penyelidikan intensif, dengan memeriksa sembilan saksi, termasuk pendeta, panitia, penyedia makanan, jemaat, dan korban.
- Penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium dari Puslabfor Polda Sulawesi Utara.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Manado dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan, memicu penyelidikan serius dari kepolisian.
Sebanyak 94 orang anggota jemaat GMS Manado dilaporkan menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Manado, di antaranya RSUP Prof. RD Kandou, RS Siloam Sam Ratulangi, dan RS GMIM Pancaran Kasih.
Para korban mengalami keluhan kesehatan usai mengikuti kegiatan gereja.
Baca juga: Kasus Keracunan Massal di Gereja Mawar Sharon Manado, Ini Daftar Saksi yang Diperiksa Polisi
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polresta Manado terus melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan massal tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa sembilan orang saksi untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang menghebohkan jemaat dan masyarakat ini.
"Kami periksa mulai dari Pendeta, Ketua Panitia, dua pihak yang menyediakan makanan, satu orang jemaat serta empat korban yang sudah dipulangkan," kata dia Selasa (20/1/2026).
Dikatakannya, hasil penyelidikan masih menanti pemeriksaan sampel di Puslabfor Polda Sulut.
Gereja Mawar Sharon (GMS) di kawasan Bahu Mall, Malalayang, Manado, Sulut, terlihat normal usai kasus keracunan massal yang menyebabkan 94 orang jadi korban.
Peristiwa itu terjadi Jumat (16/1/2026) saat berlangsungnya Prayer Conference.
Amatan Tribun manado.com, Minggu (18/1/2026) siang, gereja itu menggelar ibadah.
Bunyi ratusan orang bernyanyi terdengar dari sebuah ruangan.
Saat puji pujian itu terdengar, masih banyak jemaat yang baru berdatangan.
Mayoritas jemaat kaum muda.
Ada yang memarkirkan sepeda motor di depan gereja.
Ada pula yang parkir pada jarak sekira 100 meter dari gereja.
Seorang Satpam yang menjaga Gereja tersebut menyatakan, para pengurus gereja semuanya ikut ibadah.
Ia mempersilahkan Tribun manado untuk melakukan konfirmasi pada waktu kerja.
"Balik besok saja pak," katanya.
Saat perundingan tengah terjadi, datang seorang ibu.
Ia mengaku adalah staf gereja tersebut.
Menurut dia, pihak Gereja sudah menyerahkan pengusutan kasus tersebut pada pihak kepolisian.
"Pihak Gereja menyerahkan semua masalah ini pada pihak berwajib, mohon tanya saja ke pihak kepolisian," kata dia.
Menurut dia, sebagian besar jemaat yang keracunan sudah pulih.
Banyak diantara mereka yang sudah kembali beribadah.
"Banyak yang sudah beribadah lagi," kata dia.
Ketua Jemaat Pdt Frangki saat dikonfirmasi tribun manado pada Sabtu (17/1/2026) sempat merespon.
"Maaf pak saya lagi ada bersama pihak kepolisian pak," tulisnya.
Namun setelah itu ia tidak merespon lagi. (Art)
Penampakan Menu yang Diduga Bikin 94 Jemaat GMS Manado Keracunan
Tribun manado beroleh foto menu pembawa celaka itu.
Nampak menu dalam tatakan plastik.
Ada nasi putih pada bagian tatakan yang besar.
Kemudian dibawahnya menu ikan Tuna yang nampak berwarna coklat dan hitam.
Tampak pula menu kacang panjang serta tempe.
Penyidik Polresta Manado masih menyelidiki kasus keracunan makanan di Gereja Mawar Sharon (GMS).
Sebanyak 94 anggota jemaat gereja tersebut diduga menjadi korban keracunan.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto menuturkan, pihaknya sudah memeriksa 9 saksi.
Termasuk diantaranya ketua jemaat.
"Sudah kami periksa," katanya kepada Tribunmanado.com, Sabtu (17/1/2026).
Ia menuturkan, dari penyelidikan sementara, keracunan diduga terjadi dalam sebuah kegiatan yang terjadi pada Jumat (17/1/2026).
Makanan, sebut dia, dibawa oleh jemaat.
"Itu swadaya jemaat," katanya.
Ungkap dia, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan menyerahkan sampel guna diadakan pemeriksaan lebih lanjut.
Catatan Tribun manado, kasus keracunan ini adalah yang kedua kalinya menyita perhatian nasional dalam beberapa bulan terakhir.
Kasus pertama terjadi pada September 2025 saat puluhan mahasiswa UKIT Tomohon keracunan saat menyantap
makanan di asrama.
94 orang anggota jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Manado diduga menjadi korban keracunan makanan menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Manado.
Di antaranya RSUP Prof RD Kandou; RS Siloam Sam Ratulangi dan RS GMIM Pancaran Kasih.
-
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
keracunan
keracunan makanan
Keracunan massal
keracunan makanan di Manado
Gereja Mawar Sharon Manado
GMS
Meaningful
| Kasus Keracunan Massal di Gereja Mawar Sharon Manado, Ini Daftar Saksi yang Diperiksa Polisi |
|
|---|
| Puluhan Jemaat GMS Manado Diduga Keracunan, Adi Tucunan Beber Faktor Pemicu dan Tips Pencegahan |
|
|---|
| Kasus Dugaan Keracunan di GMS Manado, Jemaat Terakhir yang Dirawat di RS Sudah Diizinkan Pulang |
|
|---|
| Dinkes Sulut Beber Faktor Penyebab Keracunan Makanan, Kontaminasi Mikrobiologis |
|
|---|
| Kondisi Pasien Keracunan di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado Mulai Membaik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kasus-Dugaan-Keracunan-di-GMS-Manado-Jemagfjfgjghj.jpg)