Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Panti Werdha Damai Terbakar

Digusur, Bertahan di Lorong, Hingga Tragedi Panti Werda Damai Manado: "Selamat Jalan Oma Adel"

Airmata David Losu tumpah di atas peti jenazah ibunya Adel Losu (75) di depan ruang jenazah RS Bhayangkara Sulut, Jumat (9/1/2026).

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado/Arthur_Rompis
KORBAN KEBAKARAN - Penyerahan jenazah kepada pihak keluarga berlangsung di ruang jenazah RS Bhayangkara Manado di Kelurahan Karombasan Utara, Kecamatan Wanea, kota Manado, provinsi Sulut, Jumat (9/1/2026). 

Desember 2025. Waktu itu sang ibu agak berbeda.

"Ia kecup pipi saya berkali kali, tak tahunya itu kecupan terakhir," katanya. 

Bertahan di Penggusuran

Kisah oma Adel Losu adalah simbol perlawanan terhadap penggusuran.

Rumahnya di Pondol digusur.

Oma yang enggan rumahnya digusur memilih bertahan di lokasi penggusuran.

Ia tinggal di lorong dengan ditemani cucunya serta beberapa warga.

Di sana, oma tidur di kursi kayu yang dilapisi kertas karton. 

Terpal yang menutupi lorong itu kadang bocor, hingga oma sakit. 

Peristiwa itu viral lantas oma dibawa tim 

Pemkot Manado ke Panti Werda. 

Sesungguhnya Oma sempat dibawa keluarga ke kediaman mereka. 

Tapi oma kembali lagi ke lorong. 

Ia beralasan tak betah karena sepi. 

Ketua Panti Olva Sumual mengatakan, oma masih kuat hingga sering membantu menyuapi lansia lainnya. 

"Ia sangat baik dan giat," katanya. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved