Breaking News
Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Panti Werdha Damai Terbakar

1 Korban Kebakaran Pulang ke Rumah Keluarga, Bakal Kembali ke Panti Werdha Damai Manado

"Biasanya yang jaga sih keponakannya, mungkin pulang ke rumahnya," katanya, Selasa (6/1/2026). 

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Arthur_Rompis
MUJIZAT - Mujizat itu nyata, hal ini dengan lantang dikumandangkan oleh Rolin korban selamat dalam insiden kebakaran Panti Werdha, Ranomuut, Paal 2, Manado. Oma Rolin menyebutnya mujizat, semua karena pertolongan Tuhan, saya tak tahu dapat kekuatan apa, tapi saya berjalan dan selamat, 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Satu korban kebakaran Panti Werdha Damai telah dipulangkan dari RSUD Manado

Korban bernama Rolin Rumeen atau yang akrab disapa Oma Rolin (64).

Ia keluar dari rumah sakit sekitar dua hari lalu dan dijemput oleh pihak keluarga.

Penjaga Panti Werdha Damai, Miranda Tatali, membenarkan hal tersebut.

"Biasanya yang jaga sih keponakannya, mungkin pulang ke rumahnya," katanya, Selasa (6/1/2026). 

Meki begitu, Rolin rencananya tetap akan kembali ke Panti Werdha Damai ketika rumah singgahnya sudah siap.

Rolin diketahui menderita stroke ringan.

KORBAN KEBAKARAN - Salah satu korban kebakaran Panti Werdha Damai, Paulus Kaonang. Hingga kini ia masih dirawat di RSUD Manado.
KORBAN KEBAKARAN - Salah satu korban kebakaran Panti Werdha Damai, Paulus Kaonang. Hingga kini ia masih dirawat di RSUD Manado. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Namun, kondisinya sudah membaik pascadirawat di RSUD Manado.

Direktur Utama RSUD Manado, dr Hesky Lintang, menyampaikan hingga saat ini masih ada sembilan korban kebakaran yang menjalani perawatan. 

Seluruh pasien kondisinya stabil, termasuk mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Padahal saat awal perawatan para korban sempat mengalami kesulitan berkomunikasi dan gangguan tidur yang diduga akibat trauma pascakebakaran. 

Namun, kondisi tersebut kini sudah berangsur membaik.

Untuk mengurangi rasa bosan dan memberikan kenyamanan, pihak rumah sakit menempatkan seluruh korban di lantai yang sama agar suasana lebih menyerupai kondisi mereka saat berada di panti.

“Kami satukan di lantai yang sama supaya mereka tidak bosan dan suasananya mirip seperti di panti werdha,” jelasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved