Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bus BTS

Terungkap Alasan dan Penyebab Sopir Angkot di Manado Tolak Bus BTS, Ternyata Semua karena Hal Ini

Para sopir angkot mengaku keberatan dan khawatir pendapatan mereka akan tergerus. ‎Apalagi layanan bus tersebut masih digratiskan untuk penumpang. ‎

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw
TAK BEROPERASI - Potret Belasan Trans Bus BTS Manado yang terparkir di Kalimas, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (3/12/2025) dan potret angkot di Manado. Para sopir angkot mengaku keberatan dan khawatir pendapatan mereka akan tergerus. ‎Apalagi layanan bus tersebut masih digratiskan untuk penumpang. ‎ 

‎Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Operasional Bus BTS Manado yang baru dimulai beberapa hari lalu telah memicu protes dari sopir angkot di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara. 

Mereka khawatir bahwa kehadiran bus ini akan mengurangi pendapatan mereka.

Menurut mereka, layanan bus yang gratis membuat penumpang lebih memilih menggunakan Bus BTS daripada angkot.

Hal ini tentu saja akan berdampak pada pendapatan mereka yang sudah berkurang.

Sopir angkot merasa bahwa kehadiran Bus BTS tanpa tarif ini tidak adil bagi mereka yang telah lama melayani masyarakat.

Mereka berharap pemerintah dapat mempertimbangkan nasib mereka dan mencari solusi yang tepat.

‎Mario, salah satu sopir mikrolet tak menutupi kegelisahan dan kesedihanya saat diwawancarai di area pusat perbelanjaan kota Manado, Rabu (3/12/2025).

‎“Secara pribadi saya menolak, Karena kami merasa dirugikan” ujarnya tegas.

‎Menurutnya, waktu beroperasinya Bus BTS yang bertepatan dengan awal Desember membuat sopir mikrolet makin terhimpit. 

‎Bulan ini biasanya menjadi momen mereka meraih pendapatan lebih.

‎Mengingat aktivitas masyarakat meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru.

‎“Desember ini kami sopir bisa dapat untung besar, apalagi banyak orang datang ke Manado,” jelasnya.

‎Namun, program tarif gratis pada Bus BTS membuat kekhawatiran itu semakin nyata. 

‎Mario menilai masyarakat tentu akan memilih moda transportasi yang tidak berbayar, sementara sopir mikrolet harus tetap menutupi kebutuhan hidup.

‎“Pastinya masyarakat pilih naik yang gratis. Terus kami dapat untung dari mana ?” keluhnya.

‎Sebagai kepala keluarga, Mario menyebut Desember justru menjadi bulan dengan pengeluaran besar.

‎Mulai dari keperluan rumah tangga, biaya anak hingga persiapan Natal. 

‎Jika pendapatan turun drastis, ia bingung harus mencari solusi dari mana.

‎Ia tak menolak perubahan, namun berharap pemerintah maupun pengelola transportasi bisa memahami posisi para sopir mikrolet yang kini merasa terancam mata pencahariannya.

‎‎“Masyarakat mungkin senang dengan bus-bus ini, tapi untuk kami, ini ancaman. Saya hanya berharap mereka bisa mengerti,” ujarnya.

TAK BEROPERASI - Potret Belasan Trans Bus BTS Manado yang terparkir di Kalimas, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (3/12/2025) dan potret angkot di Manado.
TAK BEROPERASI - Potret Belasan Trans Bus BTS Manado yang terparkir di Kalimas, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (3/12/2025) dan potret angkot di Manado. (Tribun Manado/Petrick Imanuel Sasauw)

Sopir Angkot Cegat Bus BTS, Terungkap Alasan Tolak Bis Beroperasi

Sebelumnya Selasa 2 Desember 2025 kemarin para sopir menggelar aksi protes dengan mencegat bus BTS yang beroperasi. 

Aksi ini terpantau di sejumlah titik seperti Malalayang dan Paniki. 

Selain itu, sedikitnya 200 sopir menggelar aksi mogok.

Ratusan angkot tidak beroperasi dan terparkir di salah satu sisi Jalan Sam Ratulangi (Samrat) Manado

Ratusan 'mikrolet' ini parkir dua baris.

Memanjang di sisi kanan Jalan Sam Ratulangi.

Barisan mikrolet memanjang dari Zero Point hingga ke arah RS Siloam. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved