Profil
Sosok Venny Mononimbar, Kepsek SMP Negeri 10 Manado, Pegang Prinsip Guru Adalah Teladan
Dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, ia terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Sulawesi Utara.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenal dekat dengam Venny Mononimbar, S.Pd
Dia adalah Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 10 Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
SMP Negeri 10 Manado adalah sekolah yang terletak di Jalan A.A. Maramis, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Di sekolah itulah Venny Mononimbar menjadi kepsek.
Bagi Venny Mononimbar, menjadi pendidik bukan sekadar profesi, tetapi sebuah panggilan hidup.
Lahir di Amurang, Minsel Sulut 11 Juli 1970, Venny telah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk dunia pendidikan.
Sejak diangkat sebagai CPNS pada 1997, ia menapaki karier dengan penuh ketekunan hingga kini mencapai pangkat Pembina Tingkat I, IV/b.
Perjalanan akademiknya dimulai dari SD hingga SMA di Sulawesi Utara, sebelum melanjutkan ke IKIP Negeri Manado dan meraih gelar sarjana pada 1995.
Rasa haus akan ilmu mendorongnya kembali ke bangku kuliah hingga meraih Magister Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Manado tahun 2021.
Tak hanya mengajar, Venny juga terus mengasah kemampuan melalui berbagai pelatihan, termasuk Guru Profesional (2010) dan Diklat Calon Kepala Sekolah (2021). Semua itu menjadi bekal dalam membina generasi muda
Dalam kehidupan pribadi, Venny didukung penuh oleh sang suami, Franky Tilaar, SE, seorang ASN, serta ketiga anaknya: Tesalonika, Vanesa, dan Ave.
Kehangatan keluarga menjadi energi tersendiri baginya untuk terus berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa.
Lebih dari 25 tahun mengabdi, Venny tetap teguh memegang prinsip bahwa seorang guru adalah teladan.
Dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, ia terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Sulawesi Utara.
Dalam keterangannya bahwa sampai saat ini di SMP Negeri 10 Manado, guru-guru tetap menunjang tugasnya.
"Saya juga sering memotivasi kepada guru-guru saya kalau anak-anak berprestasi bisa diberikan hadiah secara pribadi, agar supaya mereka berlomba-lomba," jelasnya
Selain itu dia selalu mengajak seluruh guru-guru untuk mengembangkan potensi bakat dari anak-anak.
"Untuk tahun ini yang berprestasi di olahraga hanya renang dan karate, tetapi tahun-tahun yang lalu Volly dijadikan ex Scholl karena memang anak-anak sangat berbakat," jelasnya (Ren).
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Sosok Thomas Djiwandono Ponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Kini Disorot Usai Rupiah Anjlok |
|
|---|
| Sosok Ahmad Dedi, Pegawai Bea Cukai yang Lari Usai Diperiksa KPK, Diduga Terkait Kasus Impor Barang |
|
|---|
| Profil Billy Pasulatan, Atlet Muaythai Sulut yang Jadi Utusan ke NCM Nasional, Julukan Bruce Lee |
|
|---|
| Profil Wulan Yoseph, Atlet Muaythai Sulut Siap Bertarung di IFMA World Championship 2026 |
|
|---|
| Cerita Mahasiswi Daniella Tresma Pilih Kuliah Guru di Unika De La Salle Manado, Ini Motivasinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Venny-M-Mononimbar-SPd-adalah-Kepala-Sekolah-SMP-Negeri-10-Kota-Manado-Sulawesi-Utara.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.