Minggu, 7 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Santapan Rohani

Santapan Rohani Filipi 4:14-20, Be Contributive

Tidak ada yang merupakan milik manusia karena semuanya hanyalah titipan Tuhan.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Foto Alkitab. Santapan harian Filipi 4:14-20 
Ringkasan Berita:1.Berikut santapan harian berjudul be contributive.

2.Firman Tuhan Tuhan dalam Filipi 4:14-20.

3.Tidak ada yang merupakan milik manusia karena semuanya hanyalah titipan Tuhan.

TRIBUNMANADO.CO.ID- Membaca Alkitab sama dengan memberi makan tubuh Rohani Kita.

Kemudian merenungkan Firman Tuhan sama dengan mendapat pelita bagi jalan di malam hari.

Berikut santapan harian berjudul be contributive.

Baca juga: Santapan Rohani Mazmur 20:8, Bangkit oleh Kekuatan Tuhan

Ditulis oleh Boy Borang dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan Tuhan dalam Filipi 4:14-20.

“Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku, selain daripada kamu.” (Fil.4:15).

Konon ada seorang pengusaha kaya pernah memberi sumbangan besar untuk pembangunan sebuah gedung gereja.

Ia bukan orang Kristen tetapi mau memberi sumbangan.

Rupanya ia diiming-imingi dengan suatu harapan bahwa dengan menyumbang tersebut, usahanya akan diberkati.

Namun pada suatu hari dia mengalami bankrupt dan ia meminta kembali semua sumbangannya. Mengapa?

Karena ternyata harapan (Tuhan memberkati usahanya) itu tidak terbukti.

Sumbangan si pengusaha itu jelas berbeda dengan pemberian jemaat Filipi.

Makna kata “contributive” dalam konteks pekerjaan misi, bukan sekedar sikap mau menyumbang (donasi), tetapi suatu ungkapan “memberi” untuk memuliakan nama Tuhan, bukan untuk manusia atau gereja.

Seorang penyumbang yang belum percaya, dapat merasa bahwa apa yang dia berikan itu miliknya.

Orang semacam ini cenderung kikir dan sangat merasa rugi bila membagi atau memberi.

Maka wajarlah ia mempunyai prinsip bisnis, di mana dia bicara untung rugi.

Berbeda dengan orang yang memberi, sadar bahwa semuanya milik Tuhan, dan dia hanyalah manajer atau penatalayan (1 Pet. 4:10).

Tidak ada yang merupakan milik manusia karena semuanya hanyalah titipan Tuhan.

Jadi perspektif Ayub itu benar, bahwa semua milik Tuhan.

Ia berdaulat memberi, ataupun mengambil milik-Nya, termasuk hidup kita (Ayub 1:21b).

Orang percaya di dunia ini harus merasa tak bermilik, tidak terikat dengan apa-apa di dunia yang sementara ini (1 Kor.30-31).

Orang yang menjadi begitu cinta uang, tanpa sadar ia telah dikendalikan oleh uang, bukan sebaliknya.

Parahnya, ia terus mengejar uang, sehingga ketika ditanya untuk apa semua itu, ia hanya memiliki jawaban terminal, yaitu untuk kebutuhan dirinya di dunia ini, dan tidak ada tanda-tanda perspektif rohani dalam pikirannya.

Tatkala semua itu ludes, dia merasa kehilangan segala-galanya.

Apakah di dalam gereja Tuhan masih ada orang Kristen yang bersikap seperti itu?

Ya, ternyata masih banyak, dan sangat disesalkan.

Seharusnya setiap orang Kristen sejati, suka memberi, bukan sekedar menyumbang. 

John Maxwell menulis, “Give your assets (Fil. 4: 10-19). Nothing purifies more than sharing resources and trusting God to meet your needs.”

Bahkan bukan saja bicara harta, tetapi memberi diri kita juga, sebagai persembahan yang hidup. “Be Contributive!”

nspirasi: Jika hidup ini memang milik Tuhan, lalu apakah lagi yang lebih indah daripada memberi diri dan melakukan yang terbaik bagi kemuliaan-Nya sekarang juga?

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved