Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Kristen

Renungan GMIM Pekan Ini: Berhikmat dan Rendah Hati, Hidup Kudus dan Tulus 

Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) merenungkan firman dari Perjanjian Baru I Korintus 18: 1 - 2: 5 di sepanjang pekan ini.

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Ventrico Nonutu
Tribun Manado/-
RENUNGAN - Ibadah Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Wilayah Manado Barat Daya (MBD) sesi kedua, Minggu 10 Mei 2026. Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) merenungkan firman dari Perjanjian Baru I Korintus 18: 1 - 2: 5 di sepanjang pekan ini. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) merenungkan firman dari Perjanjian Baru I Korintus 18: 1 - 2: 5.
  • Pdt Meytrix Sompie STh menjelaskan, Rasul Paulus menegaskan kepada jemaat di Korintus bahwa pemberitaan tentang salib adalah bukti Allah selalu hadir bagi umat-Nya.
  • Warga GMIM diajak senantiasa belajar untuk merendahkan diri.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) merenungkan firman dari Perjanjian Baru I Korintus 18: 1 - 2: 5 di sepanjang pekan ini.

Adapun gema perenungan jemaat minggu berjalan ini: Iman Kamu Jangan Bergantung Pada Hikmat Manusia, Tetapi Pada Kekuatan Allah. 

Pdt Meytrix Sompie STh menjelaskan, Rasul Paulus menegaskan kepada jemaat di Korintus bahwa pemberitaan tentang salib adalah bukti Allah selalu hadir bagi umat-Nya.

"Lewat firman imi, kita diajak tidak mengandalkan kepintaran atau hikmat manusiawi, melainkan sepenuhnya bersandar pada kuasa Allah dan pengorbanan Kristus," kata Pendeta Meytrix yang menjadi khadim dalam ibadah Jemaat GMIM Imanuel Bagi Manado, Minggu 10 Mei 2026 sesi kedua (mulai pukul 09.00 WITA).

Pendeta Pelayanan di GMIM Bukit Karmel Batu Kota ini menjelaskan pula, hikmat diberikan Tuhan untuk membedakan mana salah mana benar. "Mana kehendak Tuhan mana kehendak manusia," ujarnya.

Kepada jemaat diingatkan untuk tidak lupa diri. Jangan sombong atas pencapaiannya dalam berbagai aspek kehidupan.

"Apalagi, jangan sampai anggap enteng orang lain," katanya.

Jemaat harus terus belajar dari teladan Allah, Ia lahir sebagai anak manusia dalam kehinaan. Dalam pelayanan dicemooh, difitnah bahkan mati dalam kehinaan di kayu salib. 

"Ingat, samua Tuhan punya. Kalau Tuhan berikan pencapaian, manfaatkan itu untuk jadi berkat bagi orang lain Kalau Tuhan berikan semuanya itu, itu kesempatan sesaat sebab suatu waktu kelak, akan tidak ada lagi," katanya. 

Pesan firman lainnya, jemaat jangan pernah menggantikan salib Kristus dengan hikmat manusia sebagai dasarnya hidup. 

"Ingatlah selalu: siapa kita? Seharusnya kita kayak menerima murka Allah. Hikmat Allah tinggal pada orang-orang yang berusaha hidup kudus dan tulus. Hatinya setiap saat diliputi rasa syukur dan mencari perdamaian," ujar Pendeta Meytrix lagi. 

Warga GMIM diajak senantiasa belajar untuk merendahkan diri.

Memiliki kerendahan hati pada Allah dan di hadapan manusia. 

"Hidup kita sebagai orang percaya, hidup harus kudus dan perbuatan tulus," katanya berpesan. 

Dalam ibadah ini, bertugas sebagai pendamping khadim, Pelsus Kolom 5, Penatua Lucky Dandel sebagai pembaca Alkitab dan Diaken Harijanto Sabijono membawakan doa persembahan.

Sebagai Koordinator Penyelenggara Ibadah, Pnt Hentje Suwuh dengan pembawa pujian, Pelsus dan Jemaat Kolom 5 dan seluruh Pria/Kaum Bapa (P/KB).

(TribunManado.co.id/ndo)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved