Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Matius 6: 12, Ampunilah

Bacaan kita di atas adalah bagian dari doa Bapa Kami. Mengampuni sesama karena Kristus sudah mengampuni kita.

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Gambar Salib, Renungan harian Kristen 

Ringkasan Berita:1. Renungan harian Kristen kali ini berjudul ampunilah.
 
2. Firman Tuhan dalam Matius 6: 12
 
3. Ungkapan saling mengampuni sering kali bukan persoalan bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau.

TRIBUNMANADO.CO.ID- Renungan harian Kristen kali ini berjudul ampunilah.

Ditulis oleh Johana Tahalele dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Matius 6: 12

Baca juga: Renungan Malam Markus 15:6-7, Penjahat Dibebaskan dan Yang Benar Dihukum

“Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” (Mat 6:12)

Ungkapan saling mengampuni sering kali bukan persoalan bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau.

Banyak orang berkata, “Saya belum bisa mengampuni,” padahal yang sebenarnya terjadi adalah “Saya belum mau.” ada yang berkata, sakit hati itu nyata, luka itu fakta, amarah itu ada, dan kekecewaan itu menyakitkan.

Ketika kita menyimpan, memelihara apalagi membesarkan sakit hati dan dendam, akan merugikan semua pihak, termasuk diri kita sendiri.

Bacaan kita di atas adalah bagian dari doa Bapa Kami.

Mengampuni sesama karena Kristus sudah mengampuni kita.

Dalam pelayanan, kita temukan orang berkeluh kesah tentang kemarahan dan dendam, bahkan sebagai pelayan Kristus juga tidak lepas dari persoalan sulit untuk mengampuni.

Menyimpan amarah dan dendam dapat berakibat terganggunya kesehatan mental; stres kronis, kecemasan, depresi, serta mempersulit diri untuk merasakan damai, sulit membangun relasi yang sehat.

Dan secara fisik, akan memicu gangguan jantung, pencernaan, gangguan tidur, menurunkan imun, dll.

Ayat di atas menegaskan bahwa pengampunan yang kita terima dari Tuhan tidak bisa dipisahkan dari kesediaan kita untuk mengampuni orang lain.

Artinya kita belajar rendah hati, mengakui kesalahan, dan melepaskan dendam serta amarah, karena kita sendiri hidup oleh kasih dan pengampunan Allah.

Artinya kita memilih mengampuni lebih dulu, dan menghentikan balas-membalas kesalahan, membuka ruang dialog, dan menjaga relasi tetap baik, sebab relasi dipulihkan bukan oleh siapa yang paling benar, tetapi oleh siapa yang paling mau mengasihi dan mengampuni.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved