Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Yohanes 15:1-8, Kasih dan Transformasi Sejati

Menjelang peringatan pengorbanan-Nya di salib, kita sering merasa dikasihi saat diterima dan diampuni.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Gambar Salib. Renungan harian Kristen Yohanes 15:1-8  

Ringkasan Berita:1. Berikut renungan harian Keristen berjudul kasih dan transformasi sejati.
 
2. Bacaan Alkitab dalam Yohanes 15:1-8 
 
3. Menjelang peringatan pengorbanan-Nya di salib, kita sering merasa dikasihi saat diterima dan diampuni.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari menjadi kesukaan umat Kristen.

Banyak hal bisa dipelajari dari Alkitab.

Termasuk cara kita untuk mengubah diri.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Roma 8:37, Lebih dari Pemenang

Berikut renungan harian Kristen berjudul kasih dan transformasi sejati.

Bacaan Alkitab dalam Yohanes 15:1-8 

Apa artinya dikasihi Yesus?

Menjelang peringatan pengorbanan-Nya di salib, kita sering merasa dikasihi saat diterima dan diampuni.

Namun, kasih Yesus bukan hanya soal pengampunan, kasih itu juga menuntut perubahan hidup sebagai orang percaya.

Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pokok anggur sejati, sedangkan kita adalah ranting-rantingnya.

Ia mengajarkan bahwa hanya dengan tetap tinggal di dalam Dia, kita dapat menghasilkan buah yang berkenan bagi Allah.

Dalam perikop ini, Yesus menegaskan bahwa ranting yang tidak berbuah akan dipotong, sedangkan yang berbuah akan dibersihkan supaya lebih banyak berbuah (2).

Artinya, pembaharuan rohani sering kali melibatkan proses pemurnian yang mungkin terasa menyakitkan.

Selain itu, Yesus menegaskan bahwa tanpa Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa (5).

Oleh karena itu, tinggal di dalam Yesus bukan sekadar menjadi pengikut-Nya secara pasif, melainkan membangun hubungan yang erat dengan-Nya melalui doa, perenungan firman, dan ketaatan.

Kita diajar bahwa kasih Yesus ada dalam sebuah relasi yang dinamis atau relasi yang hidup terus-menerus antara murid-murid dengan Dia yang digambarkan seperti pokok anggur dan ranting.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved