Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Pagi Mazmur 40:2, Ditolong dari Lumpur Kehidupan

Merenungkan Firman Tuhan agar kita mengerti kehendak Tuhan sebelum melakukannya

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Alpen Martinus
RENUNGAN: Gambar Salib, Renungan harian Kristen Mazmur 40:2 

Ringkasan Berita:
1.Berikut renungan harian Kristen berjudul Ditolong dari Lumpur Kehidupan.
 
2.Bacaan Alkitab dalam Mazmur 40:2.
 
3.Ini menunjukkan bahwa Tuhan bukan hanya Allah yang jauh, tetapi Allah yang merespons.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari menjadi kebutuhan tubuh rohani kita.

Merenungkan Firman Tuhan agar kita mengerti kehendak Tuhan sebelum melakukannya.

Berikut renungan harian Kristen berjudul Ditolong dari Lumpur Kehidupan.

Baca juga: Renungan Pagi Lukas 6:46-49, Dasar yang Kokoh

Bacaan Alkitab dalam Mazmur 40:2.

Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku.

Mazmur 40:2 menggambarkan pengalaman pemazmur yang ditarik Tuhan keluar dari “lobang kebinasaan” dan “rawa-rawa,” kemudian ditempatkan di atas bukit batu yang teguh.

Gambaran ini sangat relevan bagi banyak orang percaya yang mungkin merasa sedang berada dalam situasi sulit pergumulan batin, tekanan hidup, ataupun rasa putus asa yang seolah menjebak.

Namun, ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan melihat setiap pergumulan kita, dan Ia sanggup mengangkat kita keluar dari kondisi yang paling kelam sekalipun.

Ketika pemazmur berseru, Tuhan mendengarkan.

Ini menunjukkan bahwa Tuhan bukan hanya Allah yang jauh, tetapi Allah yang merespons.

Dia tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga menegakkan kaki kita di tempat yang kokoh.

Artinya, ketika Tuhan menolong, Ia tidak hanya membebaskan kita dari masalah, tetapi juga memberikan arah baru serta dasar yang kuat untuk melangkah ke depan.

Sering kali kita mencoba mengandalkan kekuatan sendiri untuk keluar dari “rawa-rawa” kehidupan. Namun, usaha kita sering tidak cukup.

Kita butuh tangan Tuhan yang kuat untuk menarik kita keluar.

Ayat ini menjadi undangan bagi kita untuk berseru kepada-Nya tanpa ragu, karena Ia adalah Allah yang penuh belas kasihan dan kesetiaan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved