Breaking News
Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen 1 Samuel 23: 1-13, Susu Dibalas Tuba

Berikut renungan harian Kristen berjudul susu dibalas tuba, 1 Samuel 23: 1-13.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
tribunmanado.co.id/Rhendi Umar.
RENUNGAN: Potret prosesi jalan salib Yesus Kristus yang digelar Jemaat GMIM Kalvari Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara. Renungan harian Kristen 1 Samuel 23: 1-13. 

Ringkasan Berita:
1. Berikut renungan harian Kristen berjudul susu dibalas tuba.
 
2. Firman Tuhan diambil dalam 1 Samuel 23: 1-13.
 
3. Namun Alkitab mencatat bahwa orang baik dan benar itu dikhianati dan diperlakukan tidak layak.

TRIBUNMANADO.CO.ID- Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari sangat penting.

Sebanb Alkitab berisi banyak hal soal petunjuk keghidupan.

Berikut renungan harian Kristen berjudul susu dibalas tuba.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Markus 14:39-40, Doa Berulang dan Kehendak Allah yang Mulia

Ditulis oleh RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd dalam moment of inspiration.

Firman Tuhan diambil dalam 1 Samuel 23: 1-13.

Kemudian bertanyalah Daud: "Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku dengan orang-orangku ke dalam tangan Saul?" Firman TUHAN: "Akan mereka serahkan." (I Samuel 23:12)

Air susu dibalas air tuba, adalah peribahasa hasil rangkuman empiris dari fenomena yang banyak terulang, sehingga akhirnya terkonsep dalam untaian kata.

Tentunya gejala ini bukan hanya bersifat lokal namun bisa dimanapun dan kapanpun di berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia.

Daud adalah pribadi yang baik serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Nasionalisme-nya tidak luntur meskipun dalam situasi pelarian.

Saat menghindari kejaran Saul dia berperang menyelamatkan kota Kehila yang diserbu bangsa Filistin.

Kehila sendiri adalah bagian dari suku Yehuda (Yosua 15: 44) jadi adalah suku dari keluarga besar Daud sendiri.

Dahulu kala di jaman Hakim-hakim, suku Yehuda juga menyerahkan Simson pahlawan Israel kepada bangsa Filistin.

Puluhan tahun selanjutnya orang Yehuda di Kehila menyerahkan Daud kepada raja Saul yang bengis dan psikopat.

Adalah tragis dan tidak tahu berterimakasih bahwa setelah dibebaskan dari serbuan Filistin (ay 1-5) mereka mengkhianati Daud, saudara satu suku dan baru saja menolong mereka, namun sedang menderita dan terlunta-lunta dikejar-kejar Saul.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved