Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian

Renungan Harian Kristen Hari Ini Sabtu 21 Maret 2026, Markus 14:42

Berikut renungan harian Kristen hari ini Sabtu 21 Maret 2026. Pembacaan Alkitab terdapat di Markus 14:42.

Editor: Ventrico Nonutu
Tribun Manado/Ventrico Nonutu
RENUNGAN HARIAN - foto ilustrasi. Berikut renungan harian Kristen hari ini Sabtu 21 Maret 2026. Pembacaan Alkitab terdapat di Markus 14:42. 

Ringkasan Berita:
  • Renungan hari ini Sabtu 21 Maret 2026.
  • Pembacaan Alkitab Markus 14:42.
  • Tema khotbah yaitu Bangunlah, Mari Kita Pergi.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut renungan harian Kristen hari ini Sabtu 21 Maret 2026.

Pembacaan Alkitab terdapat di Markus 14:42.

"Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”

Khotbah:

BANGUNLAH, MARI KITA PERGI

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Kisah Yesus Kristus di taman Getsemani yang diawali dengan situasi batin-Nya yang mencekam, seperti mau mati rasanya, ditutup dengan keberanian-Nya menyongsong ‘dia yang menyerahkan Aku.’

Doa yang Yesus Kristus ucapkan agar kehendak Bapa yang jadi bukan kehendak-Nya, dikonkritkan di ayat terakhir perikop ini.

Ajakan untuk bangun dan bersiap pergi, kita membayangkan bahwa ada jeda yang cukup yang diberi-Nya bagi para murid.

Karena itu, ketika Yesus Kristus membangunkan mereka, kata bangunlah (egeiresthe) menunjuk pada seruan perintah yang disampaikan-Nya dengan tegas, bahwa para murid harus segera bangun.

Seruan Yesus Kristus yang tegas, pasti menimbulkan keheranan di kalangan para murid, karena sebelum mereka tertidur, Dia sedang berada dalam situasi tegang dan seperti kehilangan keberanian diri.

Kini mereka melihat sosok Yesus Kristus yang berbeda yang siap menghadapi ‘dia yang akan menyerahkan–Nya.’

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Kisah ini menjadi bagian refleksi kita dalam penghayatan minggu sengsara ke IV, bahwa penghayatan sengasara Yesus Kristus tidak hanya dalam ibadah, tetapi harus terwujud dalam kesigapan kita mendengar seruan Tuhan Allah.

Hal ini tidaklah mudah dilakukan di era sekarang ini.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved