Renungan Harian Kristen
Renungan Malam Lukas 10: 38-42, Pause
Berikut renungan harian Kristen berjudul pause. Firman Tuhan dalam Lukas 10: 38-42.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1. Berikut renungan harian Kristen berjudul pause.2. Karena super padat sampai waktu berdoa dan membaca Alkitab amburadul.3. Perlunya “pause” dari berbagai kesibukan agar bisa mendengarkan arahan Tuhan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari sangat baik untuk tubuh rohani kita.
Karena Alkitab berisi tentang petunjuk kehidupan yang bersumber dari Tuhan langsung.
Berikut renungan harian Kristen berjudul pause.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Lukas 19: 45-48, Terpikat
Ditulis oleh Rini Djatikoesoemo dalam moment of inspiration LPMI.
Firman Tuhan dalam Lukas 10: 38-42.
“Tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10: 42)
Pelayan Tuhan yang aktif di sana-sini, sangat sibuk, mempersiapkan kotbah, kunjungan, meeting, memimpin kelompok kecil, menolong anak-anak belajar, dan lainnya.
Karena super padat sampai waktu berdoa dan membaca Alkitab amburadul.
Akhirnya ketika ada sedikit masalah langsung naik darah dan emosional.
Perlunya “pause” dari berbagai kesibukan agar bisa mendengarkan arahan Tuhan.
Injil Lukas menekankan kerajaan Allah secara inklusif (relasi personal dengan Tuhan Yesus sebagai prioritas, mendengarkan dan melakukan firman-Nya).
Kita tidak boleh membandingkan siapa yang lebih baik antara Marta dan Maria, tapi kita belajar pada Maria yang lebih tepat memilih prioritas dalam hidupnya.
Tuhan Yesus tidak menegur Maria, bahkan membelanya.
Latar belakang sosial budaya Yahudi, Marta menjalankan peran tradisional perempuan, yaitu menerima dan melayani tamu.
Sedangkan Maria (anak sulung) melanggar norma sosial dengan duduk di kaki Yesus (itu posisi murid laki-laki mendengarkan pengajaran rabbi).
Mari kita merenungkan Ayat 42:
“Tetapi hanya satu saja yang perlu:..” Bahasa Yunani: henos de estin chreia, artinya satu hal yang benar-benar esensial , mutlak, dan tidak bisa digantikan.
Ia duduk di kaki Tuhan, mendengarkan dengan segenap hatinya.
Memprioritaskan persekutuan pribadi dengan Allah.
Waktu khusus bukan sekadar waktu sisa.
Dengan demikian ia mendapatkan sukacita dan enjoy melayani.
Bukan berarti pelayanan dan kesibukan itu salah, tetapi prioritas relasi dengan Tuhan tidak boleh dikorbankan.
“Maria telah memilih bagian yang terbaik,…” Membangun relasi intim dengan Tuhan, dengan penuh kesadaran dan keputusan iman, bukan kebetulan.
Ia menomor satukan Tuhan, memilih Firman-Nya, menikmati hadirat-Nya sebagai landasan segala hal.
“Yang tidak akan diambil dari padanya.”
Semua pelayanan, kesibukan, aktivitas bisa berhenti dan dilupakan orang, namun persekutuan pribadi dengan Tuhan bersifat kekal.
Mari meneladani Maria, “Pause” dan bersekutu secara pribadi dengan Tuhan.
Tidak harus mencari tempat yang jauh dan sunyi, tiap hari kita bangun pagi berdoa dan membaca firman-Nya dan melayani Tuhan penuh sukacita.
Jika pelayanan terasa pahit, timbul iri dengki, cemburu sosial, ada dusta, fitnah, kemarahan, …. datang pada Yesus, Sang Sumber hidup yang sejati.
Ia sanggup menopang dan menolong.
Inspirasi: Pause dulu, duduk di kaki Yesus. Bersekutu erat dengan-Nya bukan supaya terlihat lebih baik daripada yang lain, namun untuk mendengarkan arahan-Nya.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Renungan Harian Kristen Markus 14:12-21, Teguran Kasih |
|
|---|
| Renungan Sabtu Markus 14:1-2 dan Yohanes 13:1-30, Belajar dari Yudas Iskariot |
|
|---|
| Renungan Pagi Markus 14:3-9 dan Yohanes 12:1-8, Minyak Narwastu |
|
|---|
| Renungan Malam Rut 1:14-16, Keputusan Penting |
|
|---|
| Renungan Harian Kristen Ibrani 1:10-12, Tuhan Pencipta yang Tak Pernah Berubah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Salib-rtfghdtjht.jpg)